Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bicara Geopolitik Dan Geoekonomi
Prabowo Sepanggung Lagi Dengan Xi Jinping Dan Putin
Rabu, 10 September 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
“Kita harus terus bekerja lebih dekat bersama. Kita harus berkonsultasi satu sama lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jinping melontarkan kritik keras kepada Amerika Serikat (AS). Ia menuding AS melancarkan perang dagang dan perang tarif yang merusak perekonomian global, sehingga melemahkan aturan perdagangan internasional. Karena itu, Jinping menyerukan BRICS memperkuat pendekatan multilateral dalam perdagangan dan urusan internasional.
“Negara-negara BRICS mencakup hampir setengah populasi dunia, sekitar 30 persen output ekonomi global, dan seperlima perdagangan dunia,” ungkap Jinping.
Baca juga : Dikumpulkan Di Kertanegara, Kader Gerindra Dilarang Flexing
Jinping juga mendorong penguatan kerja sama BRICS di bidang perdagangan, keuangan, dan teknologi untuk memperkuat pembangunan bersama. Ia kembali menegaskan komitmen China terhadap Global Development Initiative dan Belt and Road Initiative.
“Kita memiliki sumber daya alam besar, menjadi produsen utama, dan pasar luas. Semakin erat kita bekerja sama, semakin tangguh kita menghadapi risiko eksternal,” pungkas Jinping.
Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva turut mengkritik kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump kepada negara-negara BRICS. Ia menyerukan agar anggota BRICS bersatu melawan dampak proteksionisme global. “Pemerasan tarif telah dinormalisasi sebagai alat untuk menaklukkan pasar dan mencampuri urusan dalam negeri,” cetus Lula.
Baca juga : Ucapkan Ultah, Gibran Hormat ke SBY
Menurutnya, negara-negara BRICS kerap menjadi korban praktik perdagangan tidak adil. Brazil dan India disebut paling terdampak kebijakan tarif Trump, sementara Rusia menghadapi sanksi baru akibat perang di Ukraina.
Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyoroti persoalan serupa. Menurutnya, hambatan perdagangan yang semakin tinggi dan transaksi yang dipersulit tidak akan menyelesaikan masalah. “Mengaitkan langkah perdagangan dengan isu non-perdagangan juga tidak bermanfaat,” ucap Modi.
Sebelumnya, Prabowo juga sepanggung dengan Putin dan Jinping dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China atas agresi Jepang (Victory Day) di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025). Dalam acara tersebut digelar parade militer. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya