Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lagi, AS Veto Resolusi PBB Gencatan Senjata Di Gaza
Dubes Aljazair: Saudaraku Palestina, Maafkan Kamiā¦
Sabtu, 20 September 2025 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mendesak diterapkannya gencatan senjata di Jalur Gaza, Kamis (18/9/2025). Alasannya, resolusi tersebut tidak akan membebaskan para sandera.
Ini kali keenam Washington menjegal upaya perdamaian di Palestina dalam dua tahun terakhir. Dalam voting yang di adakan di sidang DK PBB, Kamis (18/9/2025), 14 anggota tetap dan tidak tetap, setuju dengan diberlakukannya gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina. Hanya AS yang me nolak resolusi ini.
Veto tersebut terjadi di tengah serangan darat Israel di Ko ta Gaza, yang semakin memperdalam penderitaan warga sipil. AS telah berulang kali menolak pendekatan tersebut. Terakhir pada Juni ketika Negeri Paman Sam menggunakan hak vetonya untuk mendukung Israel.
“Biarkan resolusi ini mengirimkan pesan yang jelas, sebuah pesan bahwa Dewan Keamanan tidak berpaling dari warga sipil yang kelaparan, dari para sandera dan tuntutan gencatan senjata,” ujar Duta Besar Denmark untuk PBB Christina Lassen.
Baca juga : Li-Ning China Masters 2025, Fajar/Fikri Sukses Balas Kekalahan Tim Garuda
“Situasi bencana ini, kegagalan kemanusiaan. Inilah yang mendorong kami bertindak hari ini,” imbuh Lassen.
Lassen menambahkan, resolusi yang terus diperjuangkan adalah bukti bahwa DK PBB tidak mengabaikan warga sipil di Palestina.
Dia juga menyesal tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan generasi Palestina yang terus dimusnahkan Israel.
Dubes Pakistan Asim Ahmad menyebut veto tersebut sebagai momen kelam.
Baca juga : Claresta Taufan, Rising Star Internasional
“Dunia sedang menyaksikan. Tangisan anak-anak seharusnya menusuk hati kita,” katanya.
Dubes Aljazair Amar Bendjama juga menyampaikan kesedihannya. “Saudara-saudari Palestina, maafkan kami,” katanya.
Dia menyayangkan dunia berbicara tentang hak, tetapi menyangkal hak tersebut kepada warga Palestina.
“Maafkan kami, karena upaya tulus kami hancur karena tembok penolakan ini,” keluhnya.
Baca juga : Purbaya Dipuji Senayan
Perwakilan khusus AS untuk Timur Tengah (Timteng) Morgan Ortagus mengatakan, penolakan AS untuk resolusi gencatan senjata bukan hal yang mengejutkan.
“Ketidakpastian akan kebebasan seluruh sandera yang di tahan Hamas membuat AS memveto resolusi tersebut,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya