Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trump Tak Setuju Dengan Rencana Inggris Akui Negara Palestina
Kamis, 18 September 2025 23:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tak setuju dengan rencana Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengakui negara Palestina, bersama negara lainnya dalam beberapa hari mendatang. Namun, Trump tidak menjelaskan caranya untuk memastikan Israel mengakhiri perang di Gaza.
"Saya tidak sependapat dengan perdana menteri mengenai hal itu. Salah satu dari sedikit ketidaksetujuan kami," kata Trump seperti dikutip CNN International, Kamis (18/9/2025).
Trump, yang belakangan ini merasa frustrasi secara pribadi dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu atas serangannya terhadap para pemimpin Hamas di Qatar, hanya menawarkan dukungan untuk Israel dalam konferensi pers tentang Timur Tengah di kediaman Pm Starmer di Chequers, wilayah Buckinghamshire Inggris, Kamis (18/9/2025).
Baca juga : AXA Mandiri Ajak Pemberi Kerja Persiapkan Rencana Pensiun Karyawan Sejak Dini
Trump lalu menggarisbawahi kekejaman serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, dan mengatakan tujuan utamanya adalah membebaskan para sandera.
"Saya ingin para sandera dibebaskan sekarang juga," ujar Trump.
"Saya telah mendengar kisah-kisah yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tak ada kemanusiaan, tak ada apa pun," lanjutnya.
Baca juga : Deng Ical Desak Resolusi PBB Negara Palestina Bukan Hanya Wacana
Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak banyak memberikan detail spesifik tentang caranya mengakhiri perang di Gaza. Dia juga tidak menyebutkan operasi Israel saat ini di wilayah tersebut. Trump hanya menjabarkan tujuannya secara umum.
"Saya ingin perang berakhir. Saya ingin para sandera dibebaskan. Saya pikir semuanya akan baik-baik saja," ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya