Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Mohamad Oemar Dukung Penuh Reformasi Kurikulum Pendidikan
Selasa, 23 September 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Prancis Mohammad Oemar menegaskan komitmen Indonesia menjadi bagian aktif dalam perubahan sektor pendidikan di era global. Komitmen ini disampaikan dalam 7th Creativity in Education Summit (CES) di Markas Besar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Paris, Prancis, pada 17-18 September 2025.
Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Minggu (21/9/2025), forum yang diselenggarakan UNESCO Institute for Information Technologies in Education (IITE) bersama Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) Centre for Educational Research and Innovation (CERI) dan Global Institute of Creative Thinking (GIoCT) itu, mengusung tema Menyelaraskan Penilaian untuk Menumbuhkan Pemikiran Kreatif dan Meningkatkan Pengajaran dan Pembelajaran.
Forum tersebut menekankan pentingnya keselarasan antara penilaian dan bahan ajar yang menempatkan kreativitas sebagai hasil belajar inti. Dubes Oemar mengatakan, salah satu strategi untuk mewujudkan komitmen Indonesia di bidang pendidikan adalah melalui reformasi besar di bidang kurikulum, dengan penerapan pendekatan deep learning.
Baca juga : Dosen UMSU: Kemandirian Polri Amanat Reformasi
“Pendekatan tersebut merupakan pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam, berpikir kritis dan penerapan pengetahuan dalam berbagai konteks,” jelas Dubes Oemar.
Menurutnya, reformasi di sektor pendidikan pada intinya memberdayakan guru dan sekolah untuk menciptakan pengalaman belajar yang berpusat pada siswa, kontekstual dan berbasis kompetensi. Pada acara itu, panita memberikan apresiasi kepada 50 proyek kreatif pendidikan berbasis teknologi yang berasal dari seluruh dunia dalam Creativity in School Awards 2025.
Penghargaan itu mengapresiasi inisiatif sekolah atau pendidik terbaik dan memberikan dukungan pendanaan lanjutan pada 2026. Satu-satunya proyek kreatif dari Indonesia dilakukan Virtual Education Academy (VEA) yang berbasis di Pontianak, Kalimantan Barat.
Baca juga : Pemerhati Energi Dukung Langkah Pemerintah Atur Kolaborasi Swasta-Pertamina
VEA yang dimotori Rahmat Putra Yuda tersebut mengusung Studi kasus penggunaan Google LM Notebook dengan Artificial Intelligence (AI) di SMP 13 Pontianak untuk mengubah pembelajaran bahasa Inggris siswa.
Dubes Oemar mengapresiasi proyek kreatif VEA. Dia mengatakan, proyek ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menata sistem pendidikan untuk menjawab kebutuhan domestik. Tetapi juga berkontribusi pada wacana global mengenai masa depan pendidikan.
Portal digital itu menyatukan ratusan layanan pendidikan yang sebelumnya terfragmentasi menjadi satu ekosistem terpadu. Ini memperkuat akses, efisiensi dan inopendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Baca juga : Pramono Dukung Penutupan Lokasi Parkir Ilegal Di Jakarta
Dubes Oemar mengatakan, Indonesia menegaskan kembali komitmennya memperkuat pendidikan berbasis digital yang adaptif dan inklusif. Pemerintah Indonesia tidak hanya fokus pada integrasi teknologi, tetapi juga mengembangkan literasi baru seperti koding agar generasi muda mampu berinovasi di era digital.
Sejalan dengan itu, program penguatan kapasitas guru terus digalakkan. Dengan demikian, para pendidik siap menjadi agen transformasi yang mendorong kreativitas, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Melalui langkah tersebut, Indonesia menempatkan diri sebagai bagian aktif dari gerakan global untuk membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya