Dark/Light Mode

Emirates Indonesia Cardiology Hospital Solo Soft Opening, Siap Layani Pasien

Senin, 6 Oktober 2025 17:45 WIB
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri saat menghadiri peluncuran awal Emirates Indonesia Cardiology Hospital di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (29/10/2025). (Foto Kedubes Uni Emirat Arab)
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri saat menghadiri peluncuran awal Emirates Indonesia Cardiology Hospital di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (29/10/2025). (Foto Kedubes Uni Emirat Arab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia melakukan peluncuran awal (soft opening) rumah sakit jantung, Emirates Indonesia Cardiology Hospital di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah, pada Senin (29/10/2025). Rumah sakit itu yang dibangun dengan dana hibah pemerintah UAE senilai hampir 25 juta dolar AS (sekitar Rp 416 miliar).

Dalam acara soft opening itu, rumah sakit diserahkan secara resmi kepada Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Rumah sakit ini telah selesai dibangun dan siap menerima pasien secara bertahap.

Baca juga : Posisi Indonesia Kian Diperhitungkan dalam Upaya Solusi Damai Palestina

“Rumah sakit ini akan menghadirkan perawatan jantung yang canggih dan terjangkau bagi masyarakat di Jawa Tengah, mengurangi beban keluarga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk berobat. Rumah sakit ini juga akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam kesehatan kardiovaskular untuk generasi mendatang,” ujar Dante.

Rumah sakit ini dilengkapi dengan 130 tempat tidur, teknologi diagnosa, terapi, dan perawatan jantung mutakhir. “Rumah sakit ini merupakan simbol persahabatan yang erat di antara kedua negara. Melalui rumah sakit ini, kami menegaskan kembali dukungan kami bagi terwujudnya kesejahteraan Indonesia dan prinsip bahwa kesehatan adalah kebaikan global yang harus dibagikan,” ujar Duta Besar (Dubes) UEA untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri.

Baca juga : Timnas Indonesia U-23 Kalah Tipis Lawan Korsel

Rumah sakit tersebut diharapkan dapat membantu pasien sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh, meringankan beban keluarga, mempercepat proses perawatan, dan berkontribusi pada ketahanan sistem kesehatan Indonesia.

Proyek ini terwujud berkat kolaborasi yang erat di semua tingkatan. Kementerian Kesehatan RI, Gubernur Jawa Tengah, dan Pemerintah Daerah Surakarta memberikan dukungan penting dalam bidang perizinan, keterkaitan infrastruktur, dan koordinasi lokasi.

Baca juga : Perekonomian Indonesia Positif, Texas Chicken Buka Gerai Di Bekasi

Setelah pelaksanaan soft opening, kedua pemerintah akan berkoordinasi untuk menetapkan tanggal pembukaan rumah sakit secara resmi sesuai dengan jadwal pemimpin kedua negara.

Rumah sakit tersebut merupakan bagian dari program hibah UAE yang dilakukan di Pulau Jawa selain Masjid Agung Sheikh Zayed di Surakarta. Ada pula hibah UAE senilai 10 juta dolar AS untuk program pencegahan tuberkolosis (TBC) di Indonesia, 15 juta dolar AS untuk pembangunan Surakarta dan sekitarnya, serta pendirian College of Future Studies di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, yang bermitra dengan Universitas Humaniora Sheikh Mohamed bin Zayed.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.