Dark/Light Mode

Selandia Baru Tak Akui Negara Palestina

Rumah Menlu Diserang, Kaca Jendela Hancur

Rabu, 8 Oktober 2025 05:26 WIB
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters. (Foto Facebook Winston Peters)
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters. (Foto Facebook Winston Peters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Winston Peters di Auckland diserang seorang pria, Senin (6/10/2025). Polisi bertindak cepat dengan menangkap pelaku.

Seorang juru bicara Peters mengatakan, pelaku meninggalkan pesan di pintu rumah berisi kalimat, “Selamat datang di dunia nyata.”

Pria tersebut menyerang dengan menghancurkan kaca jendela rumah Peters menggunakan linggis. Pecahanan kaca jendela mengenai anjing peliharaan Peters yang sedang tidur.

Meski telah menangkap pelaku, polisi belum bisa mengungkap motif serangan tersebut. Namun, serangan terhadap kediaman Peters dikaitkan dengan keputusan Selandia Baru yang tidak mengikuti jejak Australia, Inggris dan Kanada, mengakui negara Palestina.

Dalam pidato di parlemen membahas dua tahun perang di Gaza, Selasa (7/10/2025), Peters mengatakan serangan terhadap rumahnya tidak bisa dibenarkan.

Baca juga : Nadiem Minta Jadi Tahanan Rumah Jika Kasusnya Lanjut

“Hal ini menyebabkan penderitaan bagi keluarga kami dan mengganggu kedamaian tetangga. Cara-cara seperti ini merusak tujuan para demonstran, apa pun itu,” tegasnya, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam postingan di media sosial X pada Senin kemarin, dikabarkan, dia tidak berada di rumah saat serangan terjadi. Namun istri dan seorang tamunya sedang berada di dalam rumah.

“Ini (penyerang-red) benar-benar tak punya nyali,” sentilnya.

Peters mendapat tekanan dari kelompok-kelompok demonstran dan partai-partai oposisi dalam beberapa hari terakhir, setelah mengumumkan Selandia Baru tidak akan mengakui negara Palestina. Sejak itu, kediamannya di Auckland menjadi sasaran demonstrasi.

Dialog Perdamaian

Dialog tidak langsung untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza, Palestina, ini masih dilanjutkan untuk hari kedua, Selasa (7/10/2025).

Baca juga : Survei Median: Publik Konsisten Dukung Palestina, Tolak Hubungan dengan Israel

Sumber-sumber yang mengikuti jalannya dialog damai ini mengatakan kepada Al Jazeera Arabic, Selasa (7/10/2025), membenarkan kabar bahwa pertemuan tidak langsung antara Hamas dan Israel berjalan positif.

Delegasi Hamas mengatakan kepada para mediator, serangan yang masih dilakukan pasukan militer Israel di Gaza adalah poin yang harus segera diselesaikan jika memang ingin mencapai perdamaian.

Delegasi Hamas diwakili sejumlah pentolannya, Khalil al-Hayya dan Zaher Jabarin. Kedua negosiator ini selamat dari upaya pembunuhan Israel di Doha, Qatar, pada pertengahan September lalu.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong pertukaran tawanan Israel dan Palestina lebih awal. Hal ini dilakukan dalam upaya membangun momentum untuk mengimplementasikan bagian lain dari rencananya untuk mengakhiri perang Gaza.

“Tim teknis sedang mendiskusikan hal itu saat kita berbicara. Memastikan kondisinya sempurna untuk membebaskan para sandera tersebut,” ujar Leavitt.

Baca juga : Kanada, Australia Ikut Inggris Akui Negara Palestina, Warning Soal Hamas

Trump mengatakan, AS berpeluang melihat Hamas dan Israel mencapai kesepakatan.

“Saya pikir, kami melakukannya dengan sangat baik. Hamas telah menyetujui hal-hal yang sangat penting,” tambah Trump.

Negosiasi dimulai Senin malam (6/10/2025), waktu setempat dan diperkirakan akan berlangsung beberapa hari dengan mediator dari AS, Qatar, Mesir dan Turki.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.