Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemlu-PBB Launching Perangko Soekarno & Token Perdamaian
Sabtu, 25 Oktober 2025 05:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar peringatan 'UN Day' ke-80 di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Pada acara mengusung tema Safeguarding the World, Weaving Harmony: Indonesia’s Role in Peacekeeping Missions ini, Kemlu-PBB meluncurkan perangko bergambar Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno dan token bertema perdamaian.
Pagi hari, Ballroom Yustinus di kampus Unika Atma Jaya Jalan Jenderal Sudirman sudah dipenuhi sekitar 300 orang peserta. Mereka terdiri dari undangan corps diplomatic, organisasi internasional, Kementerian dan Lembaga, personel Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), mahasiswa, influencer, dan masyarakat umum.
UN Day sekaligus memperingati 75 tahun keanggotaan Indonesia di PBB. Koordinator Residen PBB di Indonesia Gita Sabharwal mengatakan, peringatan ini sebagai bentuk penghargaan atas peran Indonesia dalam memajukan perdamaian, multilateralisme, dan kerja sama internasional.
Indonesia telah berkontribusi sebagai penyumbang kelima terbesar pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) PBB. Adapun jumlah peacekeeper Indonesia mencapai 2.736 personil. Sabharwal menilai, komitmen ini menunjukkan bahwa Indonesia melihat perdamaian, kemakmuran dan kesetaraan adalah hak semua orang, bukan hak istimewa segelintir pihak.
"Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan global, dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung, pengiriman pasukan perdamaian pertama tahun 1957, hingga peran penting dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030. Kerja sama Indonesia dan PBB mencerminkan keyakinan mendalam bahwa multilateralisme adalah kekuatan untuk kebaikan bersama," ujarnya.
Baca juga : AHY Dukung Langkah Ara Perkuat Ekosistem Pembiayaan Perumahan
Untuk menandai tonggak bersejarah ini, dilakukan peluncuran perangko dan token peringatan merayakan 75 tahun kerja sama antara Indonesia dan PBB. Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu Tri Tharyat mengatakan, peluncuran perangko adalah inisiatif dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Perangko tersebut menggambarkan pidato Presiden Sukarno di Jakarta pada tahun 1949. Pada hari bersejarah itu, Presiden RI pertama menyatakan, bahwa Indonesia akan hidup bersahabat dengan seluruh negara di dunia.
Setahun kemudian, atau pada 28 September 1950, Indonesia resmi menjadi anggota PBB. Momen ini menandai awal perjalanan sebagai anggota aktif dan dihormati dalam komunitas global.
"Ini mencerminkan keyakinan bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan hasil kerja sama dan upaya kolektif seluruh bangsa," ujarnya.
Dengan desain avant-garde dan warna-warna dinamis, perangko ini mencerminkan semangat generasi muda Indonesia. Para pemuda Indonesia diharapkan antusias berpartisipasi dalam kerja sama dan persahabatan global.
Tri Tharyat mengatakan, perangko peringatan ini akan didistribusikan melalui kantor Pos Indonesia di seluruh nusantara. Benda ini mulai tersedia untuk publik pada 15 Desember 2025, dan akan berfungsi sebagai perangko resmi untuk penggunaan universal.
Baca juga : AS-China Perang Dagang, Purbaya: Kita Untung
Selain fungsinya yang praktis, perangko ini juga memiliki nilai koleksi tinggi. Perangko Soekarno dapat menjadi benda berharga bagi para filatelis dan penggemar sejarah diplomasi Indonesia.
Sementara, token khusus yang dicetak dari campuran tembaga dan seng lokal. Token ini diluncurkan sebagai simbol nyata dari perjalanan bersama Indonesia dan PBB selama tujuh dekade terakhir.
Rektor Unika Atma Jaya Yuda Turana mengapresiasi peringatan UN Day diselenggarakan di kampus. Dia menyebut tema perdamaian yang diusung pada acara ini sejalan dengan misi Unika Atma Jaya, yang berakar pada martabat manusia, kasih dan keadilan sosial.
"Kami berupaya menumbuhkan generasi muda yang berpikiran global, namun berakar kuat pada nilai-nilai lokal. Mereka yang memahami bahwa perdamaian berawal dari diri sendiri dari ruang kelas, dari interaksi sehari-hari," ujarnya.
Pemuda Dan Perdamaian
Sebagai bagian dari peringatan ini, juga diselenggarakan talk show bertajuk, Peran Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB & Peran Pemuda dalam Perdamaian Global. Diskusi menghadirkan 5 pakar dari PBB dan juga akademisi hubungan internasional.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Taufik Budi Santoso dan Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu Caka Alverdi Awal membeberkan beban tugas peacekeeper dan peran Pemerintah dalam menjaga perdamaian dunia.
Baca juga : TAMENG, Living Lab Pertanian Berkelanjutan Pertama di Malang
Hadir pula Direktur Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/ UNESCO) Multisectoral Regional Office di Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa. Dia membeberkan soal disrupsi dan misinformasi dunia digital yang menjadi tantangan dalam menjaga perdamaian di saat ini.
"UNESCO mendukung negara mitra untuk membangun ruang digital yang aman. Contohnya, program Social Media for Peace di Indonesia, yang melibatkan 16 organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan praktik konten yang aman di platform digital," ujarnya.
Akademisi dari Fakultas Hukum Unika Atma Jaya Siradj Okta mendorong perguruan tinggi menjadi pusat pengembangan yang dapat berpengaruh dalam membuat kebijakan dan praktik perdamaian berbasis riset.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya