Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perintahkan Anak Buah Uji Coba Nuklir, Trump Bikin Lawan Meradang
Sabtu, 1 November 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
Ia menegaskan, pengujian rudal Burevestnik dan Poseidon Rusia tidak dapat dikategorikan sebagai uji coba nuklir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut keputusan Trump sebagai langkah mundur dan ancaman bagi perdamaian dunia. “Negara bersenjata nuklir kembali menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab,” tulis Araghchi.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengecam keputusan tersebut. Melalui juru bicaranya, Guterres menegaskan, uji coba nuklir dilarang dalam kondisi apa pun.
Baca juga : Pratama Persadha: Sebagai ASN Main Judol Karena Stres
“Amerika Serikat telah menandatangani Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif sejak 1996. Perjanjian itu melarang semua bentuk ledakan nuklir, baik untuk tujuan militer maupun sipil,” tegasnya.
Kecaman juga datang dari kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo. Tanaka Terumi, ketua organisasi tersebut yang juga penerima Nobel Perdamaian 2024, menilai keputusan Trump “tak dapat diterima” dan pihaknya telah mengajukan protes ke Kedutaan Besar AS di Tokyo.
“Senjata nuklir tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar politik,” tegas Tanaka.
Baca juga : Mardani Ali Sera: Literasi Keuangan ASN Masih Rendah
Pemimpin lain, Mimaki Toshiyuki memperingatkan, keputusan Trump dapat memicu reaksi berantai di antara negara-negara bersenjata nuklir.
Kritik Di Dalam Negeri
Sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres AS, terutama dari Nevada, menyatakan penolakan keras. Senator Jacky Rosen berjanji akan berjuang menghentikan kebijakan tersebut.
Sementara anggota DPR AS Dina Titus menyebut akan mengajukan undangundang untuk membatalkannya.
Baca juga : Senayan Puji BUMN Makin Kompetitif Dan Profesional
Menurut data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), AS memiliki sekitar 3.700 hulu ledak nuklir, Rusia 4.309, dan China sedikitnya 600 unit yang terus meningkat setiap tahun. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya