Dark/Light Mode

Curigai China & Korut Uji Coba Nuklir

Trump Sesumbar Bisa Ledakkan Dunia 150 Kali

Selasa, 4 November 2025 05:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggembar-gemborkan kekuatan nuklir negaranya. Trump menegaskan, Negeri Paman Sam memiliki cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia hingga 150 kali.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS yang disiarkan Minggu (2/11/2025). Trump membahas rencana uji coba senjata nuklir yang menurutnya perlu dilakukan, menyusul dugaannya bahwa Rusia, China dan Korea Utara (Ko¬rut) telah lebih dulu menguji coba senjata serupa secara diam-diam.

“Rusia melakukan uji coba (nuklir-red) dan China juga menguji coba. Namun mereka tidak membicarakannya,” ujar Trump kepada program “60 Minutes”.

Baca juga : Perintahkan Anak Buah Uji Coba Nuklir, Trump Bikin Lawan Meradang

“Saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak melakukan uji coba,” imbuh Trump, seraya menambahkan bahwa Korut dan Pakistan masuk daftar negara yang diduga menguji per¬senjataan nuklir mereka. Padahal, uji coba nuklir terakhir Pyongyang terjadi pada 2017 dan telah memicu sanksi internasional berat.

Rusia membantah telah melakukan uji coba nuklir. Para pejabat Rusia menegaskan, tidak pernah melakukan maupun berencana melakukan uji coba nuklir baru.

Negara itu hanya menguji coba rudal jelajah Burevestnik dan drone torpedo Poseidon. Keduanya ditenagai dengan reaktor nuklir.

Baca juga : Tes Prototipe Motor Baru, Honda Sesumbar Bisa Libas Ducati

Di tengah retorikanya, Trump mengatakan, perlu pembahasan denuklirisasi global. Dia mengaku sudah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping mengenai pengurangan senjata nuklir.

“Kita memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain. Saya kira kita harus melakukan sesuatu tentang denuklirisasi,” kata Trump.

Kendati begitu, Trump kembali menegaskan betapa dahsyatnya kekuatan nuklir AS dan menekankan lagi perlu melakukan uji coba. Taipan real estate itu menilai, langkah tersebut bukan hanya soal kekuatan, tapi juga sinyal bahwa AS tetap menjadi negara dengan kemampuan nuklir terbesar di dunia.

Baca juga : Luar Biasa! Menko Zulhas Puji Gubernur Sumsel Bisa Sulap Sarang Buaya Jadi Sawah

“Kami memiliki cukup senjata nuklir untuk meledakkan dunia 150 kali. Rusia memiliki banyak senjata nuklir, dan China akan memiliki lebih banyak lagi,” ujarnya.

Pernyataan Trump itu kembali menyoroti fakta bahwa AS dan Rusia masih menguasai sekitar 90 persen dari total senjata nuklir dunia. Menurut data lembaga riset internasional SIPRI, kedua negara tersebut masing-masing memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir aktif dan cadangan.

Sementara China, yang terus meningkatkan kapasitas militernya, kini memiliki sekitar 500 hulu ledak, dengan potensi meningkat dua kali lipat pada dekade mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.