Dark/Light Mode

Dinner Bareng MBS

Trump Umumkan Status Baru Arab Saudi Sebagai Sekutu Utama Non NATO

Rabu, 19 November 2025 09:11 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam pidato makan malam dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) di Gedung Putih, Selasa (18/11/2025). (Foto: YouTube White House)
Presiden AS Donald Trump dalam pidato makan malam dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) di Gedung Putih, Selasa (18/11/2025). (Foto: YouTube White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan status baru Arab Saudi sebagai sekutu utama non NATO. Hal itu disampaikan Trump dalam jamuan makan malam dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) di Gedung Putih, Selasa (18/11/2025).

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kerja sama militer AS-Arab Saudi naik ke tingkat yang lebih tinggi. Kami resmi menunjuk Arab Saudi sebagai sekutu utama non NATO,” kata Trump dalam pidatonya di acara makan malam tersebut, seperti terpantau melalui kanal YouTube White House.

Mengacu laman resmi Departemen Luar Negeri AS, status Sekutu Utama Non NATO (MNNA) adalah sebuah penunjukan berdasarkan hukum AS, yang memberikan manfaat tertentu kepada mitra asing di bidang perdagangan pertahanan dan kerja sama keamanan.

Baca juga : Desain Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Jadi Salah Satu yang Terbaik di Asia

Penunjukan Sekutu Utama Non NATO merupakan simbol kuat dari hubungan dekat sekaligus tanda hormat AS yang mendalam dengan negara-negara yang menerima penunjukan tersebut.

"Meskipun status MNNA memberikan hak istimewa militer dan ekonomi, status tersebut tidak menyiratkan komitmen keamanan apa pun kepada negara yang ditunjuk," demikian kutipan pernyataan Departemen Luar Negeri.

Dengan ditunjuknya Arab Saudi sebagai sekutu utama non NATO, total negara yang menyandang predikat tersebut kini berjumlah 20. Negara lain yang dimaksud adalah Argentina, Australia, Bahrain, Brazil, Kolombia, Mesir, Israel, Jepang, Yordania, Kenya, Kuwait, Maroko, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Qatar, Korea Selatan, Thailand, dan Tunisia.

Perjanjian Pertahanan Strategis 

Baca juga : China Jadi Episentrum Baru Peradaban, Muslim Berperan Sebagai Jembatan Dunia

Trump dan MBS telah menandatangani Perjanjian Pertahanan Strategis (SDA) AS-Arab Saudi. Ini adalah perjanjian bersejarah yang memperkuat kemitraan pertahanan AS - Arab Saudi selama lebih dari 80 tahun dan memperkuat pencegahan di Timur Tengah.

Perjanjian Pertahanan Strategis merupakan kemenangan bagi agenda America First, yang memudahkan perusahaan pertahanan AS beroperasi di Arab Saudi, mengamankan dana pembagian beban baru dari Arab Saudi untuk menutupi biaya AS, dan menegaskan sikap Kerajaan Arab Saudi yang memandang AS sebagai mitra strategis utamanya.

"Presiden Trump berhasil mencapai kesepakatan yang memperkuat peran Amerika sebagai pendorong keamanan regional, meningkatkan kemitraan militer AS agar mitra-mitranya dapat lebih baik mencegah dan mengalahkan ancaman," papar Gedung Putih dalam Fact Sheets yang diterbitkan pada Selasa (18/11/2025).

Baca juga : Jepang Muak Dengan Qatar Dan Arab Saudi, Indonesia Diajak Boikot AFC

Presiden Trump menyetujui paket penjualan pertahanan besar-besaran, termasuk pengiriman F-35 di masa mendatang, yang memperkuat basis industri pertahanan AS. Serta memastikan Arab Saudi terus membeli produk Amerika.

Presiden Trump juga berhasil mencapai kesepakatan bagi Arab Saudi untuk membeli hampir 300 tank Amerika, yang memungkinkan Arab Saudi membangun kemampuan pertahanannya sendiri dan melindungi ratusan lapangan kerja di Amerika.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.