Dark/Light Mode

Saat Konflik Jepang Vs China Memanas

Taiwan Siap Tancap Gas Belanja Militer Rp 666 T

Kamis, 27 November 2025 06:10 WIB
Presiden Taiwan Lai Ching-te
Presiden Taiwan Lai Ching-te

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Taiwan Lai Ching-te mengumumkan rencana peningkatan anggaran militer sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp 666 triliun untuk 2026-2033. Rencana ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, khususnya antara China dan Jepang terkait isu Taiwan.

Dalam satu dekade terakhir, Taiwan memang terus menaikkan belanja militer seiring meningkatnya tekanan dan ancaman militer dari China. Anggaran tambahan yang baru ini akan difokuskan untuk pengadaan sistem persenjataan baru dari Amerika Serikat (AS).

“Anggaran tambahan ini juga dapat meningkatkan kemampuan perlindungan Taiwan terhadap rakyatnya dari serangan luar,” ujar Lai, seperti dikutip Washington Post, Selasa (25/11/2025).

Ketegangan geopolitik belakangan juga makin memanas. Sejak awal November, hubungan diplomatik Tokyo dan Beijing memanas. Khususnya setelah Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada 7 November lalu menyatakan bahwa pihaknya dapat melakukan intervensi militer jika Taiwan diserang China.

Baca juga : The Guardian Siap Tancap Gas di Bandar Lampung

Pada waktu bersamaan, parlemen AS menyetujui penjualan suku cadang dan komponen perlengkapan militer senilai 330 juta dolar AS (sekitar Rp 5,4 triliun) kepada Taiwan. Ini menjadi transaksi suku cadang pertama di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump sejak ia dilantik pada 20 Januari lalu.

Lai, yang berasal dari Partai Progresif Demokratik (DPP), sebelumnya telah menyampaikan target peningkatan anggaran pertahanan tahunan hingga lebih dari 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun depan. Angka tersebut direncanakan naik hingga 5 persen pada 2030.

Dia juga menegaskan akan mempercepat pengembangan sistem pertahanan udara T-Dome bekerja sama dengan AS.T-Dome merupakan sistem pertahanan udara berlapis yang dirancang untuk melindungi wilayah Taiwan dari serangan rudal maupun drone.

“Pesan saya sudah jelas. Dedikasi Taiwan terhadap perdamaian dan stabilitas tak tergoyahkan,” tegas Lai.

Baca juga : Pemprov Siap Tancap Gas Revitalisasi Pasar Tampur

Saat mengumumkan penambahan anggaran tersebut, Lai mengatakan, sejarah telah membuktikan bahwa mencoba berkompromi dalam menghadapi agresi tidak akan menghasilkan apa-apa selain “perbudakan”.

“Tidak ada ruang untuk kompromi terkait keamanan nasional,” tegasnya.

Senada, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan, anggaran tersebut, yang akan berlaku dari tahun 2026-2033, mencakup berbagai hal. Termasuk rudal dan drone serta sistem pertahanan udara “T-Dome” yang baru.

Namun, rencana ini berpotensi menghadapi hambatan politik di parlemen. Sebab, partai oposisi utama, Kuomintang (KMT), menguasai mayoritas kursi di parlemen. KMT dikenal lebih mendorong hubungan yang lebih dekat dengan China.

Baca juga : Kemhan Sinergi Hadapi Ancaman Non Militer

Ketua KMT Cheng Li-wun sudah menolak rencana penambahan anggaran tersebut. "Kita tidak punya uang sebanyak itu. Prioritaskan kesejahteraan masyarakat sebelum belanja militer,” ujarnya, seperti dikutip media China, CGTN, pekan lalu.

Sejumlah analis menilai, langkah Taiwan ini sebagai sinyal keseriusan dalam memperkuat pertahanan. Bryce Barros, analis keamanan dari GLOBSEC, menyebut Taiwan ingin menunjukkan bahwa mereka mampu mempertahankan diri tanpa terlalu bergantung pada negara lain.

Analis pertahanan dari National Chengchi University, Mei Ling Wu, memandang keputusan ini sebagai strategi Taiwan untuk mencegah intimidasi dari China.

“Jelas Taiwan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang tidak pasti. Pembelian T-Dome merupakan langkah strategis untuk menjamin kebebasan mereka dari tekanan eksternal,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.