Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dunia Dukung Palestina, Gaza Membaik
Warga Tepi Barat Kembali Rasakan Perayaan Natal
Senin, 8 Desember 2025 06:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perayaan Natal kembali hadir di Betlehem, Palestina, setelah dua tahun dilanda konflik. Momen ini muncul bersamaan dengan dukungan PBB untuk Palestina.
Untuk pertama kalinya sejak 2022, warga di Tepi Barat kembali merasakan semangat Natal, setelah bertahun-tahun hidup dalam ketegangan, pembatasan aktivitas, dan suasana kota yang muram akibat konflik.
Tahun ini sedikit cahaya mulai terlihat. Sebuah pohon Natal raksasa ber¬hiaskan merah dan emas berdiri megah di Betlehem, Tepi Barat—hiasan pertama yang kembali muncul sejak 2022.
Kota yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus itu sebelumnya memilih tidak merayakan Natal sebagai bentuk simpati terhadap warga Gaza. Kini, memasuki bulan kedua gencatan senjata antara Hamas dan Israel, Pemerintah Kota Betlehem akhirnya menegakkan pohon Natal raksasa di Alun-alun Manger.
Ribuan warga Palestina dari berbagai penjuru Tepi Barat dan Israel memenuhi alun-alun itu, bersorak ketika lampu pohon Natal dinyalakan Sabtu (6/12/2025) malam.
“Kami datang untuk merayakan, menonton, dan menikmati, karena selama beberapa tahun kami tidak memiliki kesempatan itu,” ujar warga Haifa, Randa Bsoul (67).
Meski Gaza berjarak sekitar 60 kilometer dari Betlehem, perang tetap meninggalkan luka dalam bagi mereka. Banyak warga memiliki keluarga di Gaza. Sektor pariwisata, urat nadi kota itu, porakporanda karena perang.
Baca juga : Astra Dukung Pengembangan IKM dan Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
“Dua tahun terakhir ini terasa seperti neraka,” kata seorang pemilik toko souvenir yang meminta namanya dirahasiakan. Dia dan pedagang lainnya berjuang bertahan hidup di tengah merosotnya kunjungan.
Dalam dua tahun terakhir, Israel mendirikan sejumlah pos pemeriksaan militer baru di wilayah itu. Sejumlah kelompok bahkan dibubarkan selama konflik berlangsung.
Selain itu, puluhan ribu warga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel di kota-kota Tepi Barat bagian utara sejak awal tahun.
Walau gencatan senjata diumumkan sejak Oktober, serangan udara Israel berulang kali terjadi dengan alasan menangkis serangan atau menghancurkan infrastruktur kelompok militan. Hamas dan Israel terus saling menuduh melakukan pelanggaran.
“Saat Betlehem menyalakan pohon Natalnya, kesedihan mendalam yang dialami rakyat kami di Gaza tidak pernah hilang dari hati kami,” ujar Wali Kota Betlehem Maher Canawati kepada Reuters.
“Luka Gaza adalah luka kami… dan cahaya Natal tak berarti apa-apa jika tak terlebih dahulu menyentuh hati mereka yang tertindas di seluruh Palestina,” tegasnya.
Di Betlehem, warga berharap Natal dan Tahun Baru membawa secercah damai setelah dua tahun penuh penderitaan. Mereka menganggap acara Sabtu malam itu sebagai jeda kecil dari kepedihan Gaza.
Baca juga : PGN Edukasi Warga Tarakan Soal Keamanan Pakai Gas Bumi
“Kami mencari harapan,” ujar warga Bethlehem, Diana Babush (50).
Diana dan warga lainnya berharap perdamaian bisa bertahan. “Kami berharap, perdamaian ini abadi,” katanya.
Ia mengenang dua tahun tanpa pohon Natal atau pesta kembang api di malam pergantian tahun.
“Konflik ini membuat kami tidak yakin dengan masa depan kami di Palestina,” tuturnya.
Harapan warga sedikit terasa setelah kesepakatan damai mulai dijalankan pada Oktober lalu. Pada saat yang sama, Jumat (5/12/2025), Majelis Umum PBB mengesahkan lima resolusi penting untuk Palestina dengan dukungan telak, langkah yang semakin mengukuhkan posisi global Palestina dan menambah tekanan diplomatik terhadap Israel.
Resolusi pertama, tentang Hak Pengungsi Palestina, disetujui 151 negara, dengan hanya 11 menolak dan 11 abstain.
Resolusi kedua, perpanjangan mandat Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) selama tiga tahun, mengantongi dukungan 145 negara (10 menolak, 18 abstain).
Baca juga : Industri Dukung Perbaikan Tata Kelola Sampah, Harap Skema EPR Lebih Realistis
Resolusi ketiga, mengenai Properti dan Pendapatan Pengungsi, meraih dukungan tertinggi: 157 suara setuju.
Resolusi keempat, Mandat Komite Investigasi Praktik Israel, disahkan dengan 88 suara mendukung, meski 19 negara menolak dan 64 abstain.
Terakhir, resolusi yang mengecam pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan, termasuk Yerusalem Timur dan Golan, didukung 146 negara, menegaskan pandangan global bahwa permukiman ilegal menjadi hambatan utama perdamaian.
Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyampaikan apresiasi atas dukungan itu. Ia mengatakan, hasil pemungutan suara tersebut menunjukkan simpati dunia yang meningkat terhadap penderitaan rakyat Palestina, terutama isu pengungsi, di tengah agresi yang masih berlangsung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya