Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ribuan Warga Di Perbatasan Mengungsi
Thailand-Kamboja Kembali Mendidih
Selasa, 9 Desember 2025 06:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Situasi di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali mendidih. Thailand melancarkan serangan udara terhadap Kamboja, Senin (8/12/2025). Ribuan warga kedua negara itu pun berhamburan mencari tempat berlindung.
Dalam insiden itu setidaknya lima orang dikabarkan tewas. Yakni empat warga sipil Kamboja dan satu tentara Thailand. Pecahnya serangan antara dua negara bertetangga ini berpotensi meruntuhkan kesepakat an perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Oktober lalu.
Kedua belah pihak saling menuduh melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasan yang disengketakan pada Senin pagi (8/12/2025). Ledakan artileri, dentuman jet tempur dan sirene darurat kembali meraung-raung, di tengah kepanikan warga sekitar. Pejabat militer Thailand Mayor Jenderal Winthai Suvaree menegaskan, operasi udara tersebut adalah respons langsung dan terukur terhadap serangan Kamboja pada pukul 03.00 pagi waktu setempat.
Sebelum jet tempur Thailand menyerbu Kamboja, seorang tentara Bangkok tewas dan beberapa luka-luka di Provinsi Ubon Ratchathani, Senin dini hari. "Kami menerima laporan tentara Thailand diserang dengan senjata api, yang mengakibatkan satu tentara tewas dan empat lainnya luka-luka," terang juru bicara militer Thailand Winthai Suvaree, dalam sebuah pernyataan dikutip CNN, Senin (8/12/2025).
Baca juga : Kesehatan Paru Dan Pernapasan Pengungsi Sumatera
Thailand, lanjutnya, mulai menggunakan pesawat tempur untuk menyerang target militer di beberapa wilayah untuk menekan serangan oleh pasukan Kamboja. Serangan balasan diarahkan ke posisi dukungan bersenjata Kamboja di daerah Chong An Ma Pass.
Lokasi tersebut dinilai menjadi titik peluncuran artileri dan mortir ke wilayah Thailand. Kamboja tak tinggal diam. Phnom Penh balik menuduh Thailand yang selama berhari-hari memprovokasi dan memicu eskalasi.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Kamboja mengkonfirmasi bahwa militer Thailand melancarkan serangan udara di dua lokasi saat fajar. Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata mengatakan, pasukan Thailand melancarkan serangan terhadap pasukan Kamboja di provinsi perbatasan Preah Vihear dan Oddar Meanchey, Senin dini hari. Dia menuduh Thailand melepaskan beberapa tembakan dengan tank ke Kuil Tamone Thom dan area lain di dekat Kuil Preah Vihear.
Kedua negara kini saling menuding sebagai pihak yang memulai konflik, membuat suasana semakin keruh. Sebelum serangan besar-besaran kedua pihak berlangsung, militer Thailand telah memerintahkan warga di empat provinsi perbatasan untuk mengungsi ke tempat aman.
Baca juga : Pertamina NRE Siapkan Satgas Nataru, Pastikan Keandalan Pasokan Energi Bersih
Ribuan warga di kota-kota perbatasan diperintahkan meninggalkan rumah sejak Minggu (7/12/2025). Sekitar 70 persen populasi sipil di zona rawan sudah dipindahkan ke pusat perlindungan sementara. Dalam proses evakuasi terbaru ini, satu warga dilaporkan meninggal akibat sakit.
Kota-kota yang biasanya ramai kini berubah menjadi sunyi. Toko-toko tutup, pasar lengang dan jalan raya nyaris tak ada yang wara-wiri. Suasana mengingatkan kembali pada konflik Juli lalu. Saat itu, bentrokan selama lima hari memaksa lebih dari 200.000 warga mengungsi.
Konflik Thailand dan Kamboja memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan itu. Padahal hanya beberapa pekan lalu, kedua pemimpin negara menandatangani deklarasi damai di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, difasilitasi Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden AS Donald Trump.
Anwar Ibrahim sangat prihatin dengan laporan bentrokan bersenjata antara pasukan Kamboja dan Thailand yang terbaru. "Pertempuran yang kembali terjadi berisiko menggagalkan upaya cermat yang telah dilakukan untuk menstabilkan hubungan kedua negara tetangga," tulisnya dalam sebuah pernyataan, Senin (8/12/2025).
Baca juga : Aceh Tengah: 38 Jembatan Putus, 6.321 KK Mengungsi, Bantuan Masih Gagal Mendarat
Malaysia, Thailand dan Kamboja adalah anggota blok Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), sebuah kelompok regional yang fokus pada kerja sama ekonomi, politik dan keamanan di Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya