Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Percepat Pemilu Dan Bubarkan Parlemen
Konflik Lawan Kamboja Masih Panas, PM Thailand Mundur
Sabtu, 13 Desember 2025 06:30 WIB
Sebelumnya
Hubungan antara Anutin, Pheu Thai, dan Partai Rakyat, sangat rumit. Partai Rakyat menjadi kunci dukungan PM, tapi tetap di luar kabinet bersama Pheu Thai. Sementara Pheu Thai (yang sebelumnya berkuasa) kini menjadi oposisi utama setelah Bhumjaithai keluar koalisi pemerintahan yang sebelumnya dipimpin putri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn Shinawatra.
Namun hubungan kedua pihak memburuk. “Ketika People’s Party tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka mengatakan akan mengajukan mosi tidak percaya dan meminta PM segera membubarkan parlemen,” ujar juru bicara Pemerintah, Siripong Angkasakulkiat.
Pemimpin People’s Party, Natthaphong Ruengpanyawut, juga menegaskan bahwa Partai Bhumjaithai tidak menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. “Kami sudah mencoba menggunakan suara oposisi untuk mendorong amandemen konstitusi,” katanya kepada wartawan, Kamis malam.
Baca juga : Pemda Diingatkan Harus Punya Cadangan Pangan
Pengamat studi strategis dan pertahanan, Gregory Raymond, menyebut langkah Anutin ini sebagai “khaki election”, yakni pemilu yang digelar ketika negara berada dalam situasi konflik. Kondisi seperti ini, kata dia, sangat mungkin membentuk perilaku dan pilihan politik masyarakat.
Menurut Raymond, pelaksanaan pemilu di tengah ketegangan perbatasan bisa menguntungkan Anutin, karena dapat memperkuat citranya sebagai pembela kedaulatan Thailand. Terlebih, pemerintahan Anutin sebelumnya dikritik keras dalam penanganan banjir mematikan di wilayah selatan.
Raymond menambahkan, laporan-laporan terbaru yang mengaitkan Anutin dengan jaringan penipuan regional juga ikut merusak reputasinya. “Itu benar-benar mengguncang citra Anutin sebagai politisi bersih ... oposisi kini menanyakan banyak hal yang sangat sulit,” ujarnya dalam program Asia First dari Channel News Asia.
Baca juga : Jalur Sepeda Dan Kendaraan Sebaiknya Dipisahkan Saja
Dia menekankan bahwa sentimen ultra-nasionalis di Thailand meningkat pesat belakangan ini. “Kita melihat meningkatnya nasionalisme ekstrem di kalangan masyarakat Thailand – permusuhan terhadap negara tetangga mudah sekali tersulut,” katanya.
Hal senada disampaikan pengamat politik dari Universitas Ubon Ratchathani, Titipol Phakdeewanich. Dia menilai, langkah Anutin mempercepat pemilu bisa menjadi strategi ampuh, terutama karena situasi konflik telah memicu gelombang nasionalisme di Thailand.
“Anutin menggunakan sentimen nasionalis untuk menggalang dukungan dan popularitasnya terus meningkat,” pungkas Titipol. DAY
Baca juga : Acha Septriasa, Kembangkan Karier Di Belakang Kamera
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 13 Desember 2025 dengan judul "Percepat Pemilu Dan Bubarkan Parlemen Konflik Lawan Kamboja Masih Panas, PM Thailand Mundur"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya