Dark/Light Mode

Teroris Pantai Bondi Kena 59 Dakwaan, Sidang Pertama Dari Ranjang Rumah Sakit

Rabu, 17 Desember 2025 22:32 WIB
Kepolisian NSW Australia terus melakukan investigasi menyeluruh terkait tindakan terorisme di Pantai Bondi pada Sabtu (13/12/2025), yang menewaskan 15 orang. (Foto: X/NSW Police Force)
Kepolisian NSW Australia terus melakukan investigasi menyeluruh terkait tindakan terorisme di Pantai Bondi pada Sabtu (13/12/2025), yang menewaskan 15 orang. (Foto: X/NSW Police Force)

RM.id  Rakyat Merdeka - Naveed Akram (24), teroris yang selamat dalam penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney pada Minggu (14/12/2025), didakwa dengan 59 pelanggaran. Termasuk, 15 tuduhan pembunuhan dan satu tuduhan tindakan terorisme.

Akram yang mengalami luka kritis dalam insiden tersebut, menjalani sidang pertamanya dari ranjang rumah sakit. Ayahnya yang juga menjadi pelaku penembakan massal: Sajid Akram (50), tewas dalam baku tembak dengan polisi di tempat kejadian.

Akibat ulah ayah dan anak yang menyasar komunitas Yahudi Australia dalam acara perayaan Hanukkah, 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Baca juga : Penembakan Maut Di Pantai Bondi, Seorang Tukang Buah Jadi Pahlawan

Penyidik kepolisian mengungkap, indikasi awal mengarah pada serangan teroris yang terinspirasi ISIS, organisasi teroris yang ada dalam daftar Pemerintah Australia.

"Polisi akan mendakwa di pengadilan bahwa pria tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa untuk tujuan keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat," demikian pernyataan Kepolisian New South Wales (NSW), seperti dilansir ABC News, Rabu (17/12/2025).

Hingga saat ini, Kepolisian Australia terus melakukan investigasi menyeluruh terkait tindakan terorisme tersebut. Ini adalah penembakan paling mematikan di negara itu sejak tahun 1996.

Baca juga : Jalan Kaki Ratusan KM, Seharian Nggak Makan

Sajid Akram memiliki izin senjata api terdaftar sejak 2015 untuk tujuan berburu rekreasi. Dia diizinkan memiliki enam senjata api. Dalam serangan tersebut, Sajid Akram menggunakan senjata api laras panjang. Saat ini, semua senjata api miliknya telah disita.

Perdana Menteri NSW Chris Minns telah memanggil kembali parlemen menjelang Natal minggu depan, untuk mempertimbangkan usulan pembatasan jumlah senjata api yang dapat dimiliki penembak berlisensi, mereklasifikasi senapan laras lurus, dan melarang magasin amunisi sabuk pada senjata tersebut.

Sempat ke Filipina 

Pada Selasa (16/12/2025), terungkap bahwa Naveed Akram dan ayahnya telah melakukan perjalanan ke Filipina pada November lalu. 

Baca juga : BTN Gandeng HKBP Kirim Bantuan Ke 57 Titik Yang Sulit Dijangkau Di Sumatera

Biro Imigrasi Filipina mengatakan kepada BBC, ayah dan anak itu berada di negara tersebut pada 1-28 November. Dengan tujuan akhir Kota Davao di wilayah selatan Filipina.

Naveed Akram diketahui melakukan perjalanan ke Filipina menggunakan paspor Australia. Sementara ayahnya yang berasal dari Hyderabad, India selatan menggunakan paspor India.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.