Dark/Light Mode

Dubes Manahan Sitompul Terima Kunjungan Imam Istiklal Sarajevo

Jumat, 26 Desember 2025 07:28 WIB
Dubes Manahan Sitompul (kanan) bersama Imam Masjid Istiklal Sarajevo Edin ef. Hamzakadic 
di KBRI Sarajevo, Selasa (23/12/2025). (Foto KBRI Sarajevo)
Dubes Manahan Sitompul (kanan) bersama Imam Masjid Istiklal Sarajevo Edin ef. Hamzakadic di KBRI Sarajevo, Selasa (23/12/2025). (Foto KBRI Sarajevo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina Manahan Sitompul menerima kunjungan Imam Masjid Istiklal Sarajevo Edin ef. Hamzakadic, Selasa (23/12/2025).

Kunjungan Imam Hamzakadic ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Sarajevo ini untuk menyampaikan rencana penerbitan buku terkait perayaan 25 tahun pembukaan Masjid Istiklal di Sarajevo.

“Keberadaan masjid Istiklal di Sarajevo merupakan bukti nyata persahabatan dan kekeluargaan yang dekat antara kedua negara,” ujar Dubes Manahan dikutip dari keterangan tertulis KBRI Sarajevo, Rabu (24/12/2025).

Dia mengatakan, Indonesia merasa bangga, Masjid Istiklal dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Bosnia dan Herzegovina.

Masjid Istiklal di Sarajevo adalah hadiah persahabatan dari Indonesia untuk Bosnia-Herzegovina. Masjid itu diinisiasi Presiden Soeharto pada 1995 dan diresmikan tahun 2001.

Baca juga : Pengamat: Sikap Terbuka Tito Tunjukkan Empati Negara Saat Bencana

Masjid ini berfungsi sebagai simbol solidaritas dan bantuan pasca-Perang Bosnia, serta dikenal juga sebagai Masjid Soeharto atau Istiklal Dzamija, memiliki nama yang sama dengan Masjid Istiqlal di Jakarta.

“Kami bangga dan senang dengan keberadaan Masjid Istiklal. Masyarakat melakukan banyak kegiatan di sana,” ujar Imam Hamzakadic.

Untuk mencatat perjalanan Masjid Istiklal Sarahevo, dia pun ingin membuat buku perjalanan sejarah dan manfaat yang diberikan masjid itu kepada Bosnia-Herzegovina.

“Semoga buku ini menjembatani persahabatan kedua negara,” tandasnya.

Hubungan bilateral RI-Bosnia dan Herzegovina (B&H) dimulai sejak Pemerintah RI memberikan pengakuan atas kemerdekaan B&H pada 20 Mei 1992. Hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 11 April 1994. Demikian informasi dari https://www.kemlu.go.id/sarajevo/kebi¬ja¬kan/hubungan-bilateral.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Penanganan Bencana Alam Untuk Indonesia Raya

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sebagian besar masyarakat Indonesia sangat bersimpati atas pembantaian etnis Muslim Bosnia saat perang saudara yang melanda Bosnia dan Herzegovina pasca bubarnya Yugoslavia.

Dukungan Indonesia terhadap Bosnia dan Herzegovina terlihat dari kunjungan Presiden Soeharto ke Sarajevo pada Maret 1995, di tengah-tengah perang yang ma-sih berkecamuk di wilayah Bosnia dan Herzegovina.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga mengumpulkan sumbangan, mengirimkan pasukan perdamaian di bawah PBB dan bahkan membangun Mesjid Istillal di Sarajevo yang diresmikan Presiden Megawati Sukarnoputri, pada September 2002.

Pada Mei lalu, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia Armin Limo bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Dubes Limo dan Sugiono sepakat menguatkan kerja sama di bidang-bidang yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat kedua negara. Termasuk kerja sama ekonomi dan bidang strategis lain.

Baca juga : Bupati Lampung Tengah Terima Suap Rp 5,75 Miliar

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi kerja sama ekonomi, khususnya dalam sektor perdagangan.

Sugiono mendorong pelaku bisnis kedua negara untuk mencermati peluang perluasan akses pasar produk Indonesia di Bosnia dan Herzegovina.

Terlebih, perdagangan Indonesia-Bosnia dan Herzegovina mencatat tren yang terus naik pasca-pandemi Covid-19, dengan nilai perdagangan bilateral pada 2024 mencapai 12,8 juta dolar AS.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.