Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Klaim Negosiasi Damai Ukraina-Rusia Capai Kemajuan Signifikan
Senin, 29 Desember 2025 07:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim proses negosiasi untuk mengakhiri perang Ukraina–Rusia telah mencapai kemajuan signifikan. Hal itu disampaikan Trump usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12/2025) atau Senin (29/12/2025) dini hari WIB.
Trump menyambut langsung kedatangan Zelensky di Mar-a-Lago. Keduanya tampak bersalaman dan berfoto bersama sebelum memasuki agenda pertemuan. Trump mengenakan setelan jas biru dongker dipadukan dengan kemeja putih dan dasi biru, sementara Zelensky tampil dengan setelan jas hitam dan kemeja senada.
Di hadapan wartawan, Trump melontarkan pujian terhadap Zelensky dan rakyat Ukraina. Taipan real estate itu menyebut kepemimpinan Zelensky serta ketahanan rakyat Ukraina.
“Pria ini telah bekerja sangat keras. Dia sangat berani, dan rakyatnya juga sangat berani. Apa yang telah mereka lalui sangat jarang dialami sebuah negara,” ujar Trump, seperti dikutip CNN.
Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama dalam suasana yang digambarkan berlangsung santai.
Baca juga : Ada Elite Cari-cari Kesalahan Soal Bencana Sumatera
Dalam jumpa pers bersama, Trump menyebut dirinya baru saja melakukan pembicaraan telepon selama lebih dari dua jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin Eropa.
Mereka adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Polandia Karol Nowracki, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Stor, Perdana Menteri Italia Giorgio Malone, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Frederik Merz, Presiden Komisi Eropa Ursula van der Leyen hingga Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Antlantik Utara (NATO) Mark Rutte.
“Pertemuan kami sangat bagus, ada yang bilang 95 persen, tapi saya nggak tahu berapa persen, namun kami telah membuat kemajuan besar,” ujar Trump.
Presiden ke-47 AS itu menilai perang di Ukraina merupakan konflik paling berbahaya sejak Perang Dunia II dan harus segera diakhiri untuk mencegah lebih banyak korban jiwa.
Trump juga mengapresiasi kerja tim negosiator Amerika Serikat yang dipimpin Steve Witkoff, Jared Kushner, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Baca juga : PPP Jawa Barat Ingin Cetak Kader Ideologis Dan Militan
Menurutnya, sebuah kelompok kerja khusus akan dibentuk dan melibatkan perwakilan AS, Ukraina, serta Rusia untuk menyelesaikan detail perjanjian damai.
Zelensky juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Amerika Serikat untuk perdamaian Rusia-Ukraina. Dia mengungkapkan bahwa Ukraina dan mitra internasional telah mencapai kesepakatan atas sebagian besar kerangka rencana damai 20 poin, termasuk aspek keamanan, militer, dan pemulihan ekonomi.
Zelensky menegaskan bahwa keamanan Ukraina menjadi prioritas utama dan akan menjadi fondasi bagi perdamaian jangka panjang. "Pertemuan lanjutan dengan para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat direncanakan berlangsung pada Januari mendatang," terangnya.
Terkait wilayah sengketa, Trump mengakui masih ada sejumlah isu sulit yang belum sepenuhnya disepakati, termasuk kemungkinan referendum di wilayah tertentu. Namun, dia optimistis kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa pekan ke depan jika proses berjalan lancar.
Trump juga mengungkapkan bahwa Rusia menyatakan kesediaannya membantu rekonstruksi Ukraina, termasuk penyediaan energi dan infrastruktur dengan harga terjangkau.
Baca juga : Gelar Dikpol Berbasis Data, Golkar Jabar Siapkan Peta Kemenangan 2029
"Putin menunjukkan komitmen untuk menghentikan perang dan menghindari eskalasi lebih lanjut, termasuk dengan tidak menyerang fasilitas nuklir," ucapnya.
Trump juga mengingatkan bahwa kegagalan perundingan akan memperpanjang konflik dan menelan lebih banyak korban. “Jika kesepakatan tidak tercapai, perang akan terus berlanjut dan orang-orang akan terus meninggal. Tidak ada yang menginginkan itu,” katanya.
Baik Trump maupun Zelensky menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh proses ini adalah menghentikan perang, menyelamatkan nyawa, dan menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan Eropa Timur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya