Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gelar Pertemuan 2+2, RI-Turki Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
Minggu, 11 Januari 2026 11:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Turki resmi menggelar pertemuan perdana Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2) di Ankara, Jumat (9/1). Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi tonggak baru dalam penguatan kemitraan strategis komprehensif kedua negara, khususnya di sektor pertahanan dan ekonomi.
Delegasi RI dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara pihak Türkiye diwakili oleh Menlu Hakan Fidan dan Menhan Yaşar Güler.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan pada pertemuan High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) tahun lalu.
Baca juga : IAPI Gelar Perayaan Natal, Perkuat Kebersamaan & Profesionalisme Akuntan Publik
Menlu Sugiono menegaskan bahwa mekanisme 2+2 ini merupakan platform eksklusif yang hanya dilakukan Indonesia dengan sekelompok kecil negara mitra utama. Hal ini menurutnya menjadi cermin kepercayaan mendalam antara Jakarta dan Ankara.
"Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Turki," ujar Sugiono dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati penguatan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, mulai dari industri pertahanan, energi, hingga investasi.
Baca juga : Kemendagri Terbitkan Aturan Baru, Perkuat Peran BPBD Hadapi Ancaman Bencana
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas. Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna mendongkrak nilai perdagangan bilateral.
Di sektor investasi, kedua pihak mendorong kolaborasi pada sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, hingga pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Indonesia juga menegaskan dukungannya terhadap ambisi Turki untuk menjadi ASEAN Full Dialogue Partner.
Sebagai sesama anggota Group of Eight (D-8) dan representasi kekuatan Global South, Indonesia dan Turki memberikan perhatian khusus pada situasi di Timur Tengah. Kedua negara mendesak penghentian kekerasan di Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan masuk tanpa hambatan.
Baca juga : Raih Penghargaan IMHA, DADA Tbk Perkuat Reputasi Dan Kualitas Properti
Indonesia dan Turki juga mendorong pentingnya gencatan senjata di Gaza, memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta langkah-langkah rekonstruksi ke depan.
Usai pertemuan formal di Ankara, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertolak ke Istanbul untuk melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Istana Kepresidenan Istanbul, Sabtu (10/1). Dalam pertemuan itu, Sugiono menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kami menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden @prabowo kepada Yang Mulia Presiden Erdogan dan menyampaikan hasil-hasil penting dari pertemuan Menlu dan Menhan Indonesia-Turki (2+2 Meeting) di Ankara," pungkas Sugiono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya