Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Luncurkan Board Of Peace Di Davos, Prabowo Hadir Bersama 18 Negara Sahabat
Kamis, 22 Januari 2026 23:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi meluncurkan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di sela-sela World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2025) siang waktu setempat. Pertemuan perdana dan penandatangan piagam BoP dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama 18 negara sahabat lainnya.
Indonesia setuju bergabung dalam Dewan Perdamaian sebagaimana disampaikan dalam pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri dari delapan negara, yang diumumkan Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Kamis. Selain Indonesia, negara lain yang bergabung yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dewan Perdamaian Gaza dipimpin langsung Trump selaku penggagas inisiatif. Lembaga ini dibentuk sebagai bagian dari upaya internasional untuk menghentikan konflik berkepanjangan di Jalur Gaza dan mempercepat pemulihan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Acara resmi dimulai pada pukul 11.15 waktu setempat dan dibuka Presiden Trump, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube resmi White House. Presiden Prabowo yang mengenakan kopiah hitam dan setelan jas abu-abu duduk di barisan depan di atas panggung bersama sejumlah kepala negara dan pemerintahan.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa BoP akan bekerja sama dengan banyak negara, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Trump seolah menepis isu yang menuding dewan ini akan menjadi saingan PBB.
"Setelah dewan ini sepenuhnya terbentuk, kita dapat melakukan hampir semua hal yang ingin kita lakukan. Dan kita akan melakukannya bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Trump.
BoP diluncurkan di sela-sela pertemuan World Economic Forum (WEF) yang diselenggarakan pada 19-23 Januari 2026. Menurut pejabat senior Gedung Putih, sekitar 35 negara telah menyatakan setuju bergabung dengan BoP di antara sekitar 60 negara yang diundang bergabung. Tapi pertemuan pertama BoP hanya dihadiri 19 negara, selain Trump. Yakni:
1. Isa bin Salman bin Hamad Al Khalifa, Menteri Urusan Istana Perdana Menteri Bahrain
2. Nasser Bourita, Menteri Luar Negeri Maroko
3. Javier Milei, Presiden Argentina
4. Nikol Pashinyan, Perdana Menteri Armenia
Baca juga : Diguyur Hujan Deras Sejak Pagi, Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut
5. Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan
6. Rosen Zhelyazkov, Perdana Menteri Bulgaria
7. Viktor Orban, Perdana Menteri Hungaria
8, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia
9. Ayman Al Safadi, Menteri Luar Negeri Yordania
10. Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kazakhstan
11. Vjosa Osmani-Sadriu, Presiden Kosovo
12. Mian Muhammad Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan
13. Santiago Peña, Presiden Paraguay
14. Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Perdana Menteri Qatar
15. Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Arab Saudi
Baca juga : Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo Ingatkan Dirut Pertamina Agar Tahan Godaan
16. Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Turki
17. Khaldoon Khalifa Al Mubarak, Utusan Khusus Uni Emirat Arab untuk Amerika Serikat
18. Shavkat Mirziyoyev, Presiden Uzbekistan
19. Gombojavyn Zandanshatar, Perdana Menteri Mongolia
BoP awalnya dirancang untuk mengawasi pembangunan kembali Gaza. Namun, draf piagam tersebut tampaknya tidak membatasi perannya hanya pada wilayah Palestina.
Dalam pidatonya, Trump menyenggol beberapa konflik internasional dan mengklaim keberhasilan AS mengakhiri perang global. Pebisnis real estate itu juga mengklaim keberhasilan AS menjaga gencatan senjata di Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Trump juga mengklaim berhasil menjaga keamanan global dengan menghancurkan fasilitas nuklir Iran melalui Operation Midnight Hammer, menghancurkan ISIS di Suriah, dan memusnahkan teroris di Nigera.
Presiden ke-45 dan 47 AS itu mengakui, perang Ukraina dan Rusia sebagai konflik paling sulit diselesaikan. Namun dia memastikan ada kemajuan menuju perdamaian dalam perang Ukraina dan Rusia.
"Kami juga bekerja untuk mengakhiri pembunuhan mengerikan di Ukraina. Perang yang seharusnya tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi jika saya menjadi presiden," katanya.
Trump menekankan bahwa Dewan Perdamaian bukan hanya untuk Amerika Serikat, melainkan untuk dunia.
"Kita memiliki kesempatan luar biasa untuk mengakhiri puluhan tahun penderitaan, menghentikan kebencian dan pertumpahan darah lintas generasi, dan membangun perdamaian yang indah, abadi, dan mulia," kata Trump.
Baca juga : Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia
"Bukan hanya untuk satu wilayah, tetapi untuk seluruh dunia. Dunia adalah satu wilayah. Kita akan memiliki perdamaian dunia, dan itu akan menjadi warisan yang luar biasa bagi kita semua," lanjutnya.
Sebagai penutup acara, Trump mengundang para pemimpin internasional untuk menandatangani dan mengesahkan Piagam Dewan Perdamaian.
Trump mengawali penandatangan bersama perwakilan Bahrain, Sheikh Issa bin Salman bin Hamad Al-Khalifa dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita.
Prabowo menandatangani keanggotaan BoP bersama PM Hungaria Viktor Orban. Trump sempat melontarkan candaan kepada Presiden RI itu yang diikuti dengan tepukan ringan ke pundak pemimpin RI tersebut.
Menolak Bergabung Dengan BoP
Norwegia, Swedia, dan Prancis telah menolak untuk bergabung. Sementara Menteri Ekonomi Italia Giancarlo Giorgetti mengatakan bahwa bergabung dengan kelompok yang dipimpin pemimpin suatu negara akan melanggar konstitusi Italia.
Di Inggris, Menteri Luar Negeri Yvette Cooper mengatakan bahwa Pemerintah memiliki kekhawatiran karena Presiden Rusia Vladimir Putin diajak bergabung. Dan Inggris tidak akan ikut serta dalam upacara penandatanganan.
Baik Rusia maupun China belum menyatakan menerima atau menolak bergabung di lembaga yang untuk menjadi anggota permanen kudu membayar 1 miliar dolar AS.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya