Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dari Proyek MRT Hingga Riset Nobel
HUT Kaisar Naruhito Ajang Pamer Kedekatan Jepang-RI
Sabtu, 7 Februari 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Selain kerja sama dalam isu keamanan, Jepang juga telah menjalin hubungan ekonomi cukup besar dengan Indonesia.
Termasuk dukungan dari lembaga Bantuan Pembangunan Resmi (Official Development Assistance/ODA) Jepang dalam pengembangan sistem MRT Jakarta. Tidak hanya itu, Negeri Sakura juga telah berinvestasi di beberapa proyek pelabuhan, pembangkit listrik dan lainnya.
Myochin juga mengatakan, kemungkinan potensi kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, menurutnya itu masih tahap awal penjajakan.
Perayaan HUT ke-66 Kaisar Naruhito makin spesial dengan kehadiran Susumu Kitagawa, Guru Besar Institut Ilmu Integrasi Material Universitas Kyoto dan peraih Nobel bidang Kimia 2025.
Baca juga : Atasi Banjir, Cepat Keruk Dan Normalisasi Sungai
Kitagawa sedang berada di Indonesia pada 3–6 Februari 2026 atas undangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Peneliti Utama Pusat Riset Biomassa dan Bio Produk BRIN Bambang Subiyanto senang bisa menyambut kehadiran Kitagawa.
“Kami berharap beliau menyebarkan semangat untuk berinovasi ke peneliti dan anak muda kita,” ujar pria yang juga lulusan Universitas Kyoto ini.
Selama di Indonesia, Kitagawa melakukan pertemuan dengan jajaran peneliti dan cendekiawan Indonesia.
Baca juga : Spurs Ditantang Hentikan MU
Dia juga membocorkan proyek sumber energi baru yang tengah digarap bersama Atomis. Perusahaan teknologi asal Jepang itu mengkhususkan diri dalam pengembangan dan aplikasi material berpori canggih, khususnya Porous Coordination Polymers (PCPs) atau Metal-Organic Frameworks (MOFs).
“Saya punya ide untuk mengubah sumber bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) menjadi bahan bakar dari biogas,” beber Kitagawa kepada media.
Berbeda dengan LPG yang disimpan dalam tabung dengan tekanan tinggi dan rawan meledak, produk gas yang dinamai Cubitan hasil kolaborasinya dengan Atomis, jauh lebih aman.
“Tabung Cubitan juga memiliki kapasitas tiga kali lebih banyak dari tabung gas 3 kg di Indonesia,” ungkapnya.
Baca juga : Shenina Cinnamon, Ultah Bareng Suami Romantis Dan Intimate
Kitagawa dan tim Atomis yakin, produk tabung gas dengan sumber energi gas metana atau biogas sangat cocok di negara-negara di Asia Tenggara, utamanya Indonesia.
“BRIN sangat mengapresiasi proyek ini. Diharapkan pada 2027 atau 2028, produk ini sudah bisa diperkenalkan secara luas,” harapnya. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 7 Februari 2026 dengan judul "Dari Proyek MRT Hingga Riset Nobel HUT Kaisar Naruhito Ajang Pamer Kedekatan Jepang-RI"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya