Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lemhannas RI, Wawasan Nusantara, Dan Asta Cita Dalam Kepemimpinan Nasional
Selasa, 10 Februari 2026 07:58 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia hari ini bergerak tanpa jeda. Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok merembes ke hampir seluruh dimensi kehidupan global —dari perdagangan, teknologi, energi, hingga ruang siber dan informasi. Perang Rusia–Ukraina dan ketegangan yang tak kunjung reda di Timur Tengah, memperlihatkan satu kenyataan pahit: stabilitas internasional semakin rapuh.
Indonesia berada di simpul penting dinamika tersebut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di persilangan dua benua dan dua samudra, Indonesia adalah ruang temu kepentingan global. Jalur pelayaran internasional, kekayaan sumber daya alam, serta posisi Indonesia di Indo-Pasifik menjadikannya strategis sekaligus rentan. Indonesia selain negara kepulauan yang dipersatukan dengan lautan, mememiliki pula kekuatan besar, juga ruang udara antariksa yang penting dalam lintasan khatulistiwa dunia yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan, dan mempersatukan Wawasan Nusantra sebagai NKRI.
Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Pemerintahan Daerah Dalam Mewujudkan Keadilan Sosial
Tekanan eksternal kian nyata, sementara tantangan internal masih menuntut jawaban serius. Dalam kondisi ini, kepemimpinan nasional tidak cukup bersandar pada kecakapan administratif atau teknokrasi semata. Ia memerlukan fondasi kebangsaan yang kokoh dan menyatukan. Di titik inilah peran Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menemukan relevansinya.
Lemhannas juga adalah lembaga yang sangat strategis untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka Lemhannas tidak sekadar menjadi ruang pendidikan bagi calon pimpinan nasional, tetapi juga penjaga konsepsi strategis kebangsaan. Salah satu pilar utama pemikiran Lemhannas adalah Wawasan Nusantara, yang ditempatkan sebagai landasan visional kepemimpinan nasional. Wawasan Nusantara mengajarkan bahwa Indonesia —dalam seluruh keragaman wilayah, budaya, dan kepentingannya— harus dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.
Baca juga : Peran Pemerintahan Desa di Era Geopolitik Saat Ini: Bangun Desa, Bangun Indonesia
Dalam kerangka Ketahanan Nasional, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai benang merah yang menghubungkan kondisi objektif bangsa dengan arah kebijakan negara. Ia menyatukan Trigatra —geografi, sumber daya alam, dan penduduk—dengan Pancagatra—ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kepemimpinan yang berwawasan nusantara adalah kepemimpinan yang mampu melihat pembangunan secara menyeluruh, lintas sektor dan lintas wilayah, tanpa terjebak pada kepentingan jangka pendek atau sektoral.
Kesadaran geopolitik menjadi elemen penting dalam kepemimpinan semacam ini. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan menjaga kedaulatan laut, tetapi juga mengelola ruang maritim sebagai sumber kesejahteraan dan kekuatan nasional. Tanpa kesadaran geopolitik yang kuat, posisi strategis Indonesia justru dapat berubah menjadi titik lemah. Wawasan Nusantara mengingatkan bahwa darat, laut, dan udara Indonesia adalah satu sistem strategis yang saling terkait dan tidak dapat dikelola secara parsial.
Baca juga : Membangun Daerah, Indonesia Bangkit Menuju Negara Maju 2045
Maka kepemimpinan nasional yang berwawasan nusantara dituntut mampu mengelola sumber daya secara berdaulat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan generasi mendatang, bukan sekadar mengejar pertumbuhan sesaat. Relevansi Wawasan Nusantara semakin terasa ketika dikaitkan dengan Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional. Asta Cita bukan sekadar kumpulan program, melainkan visi untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkelanjutan.
Bersamaan pula Asta Cita harus dipahami sebagai instrumen strategis untuk memperkuat Ketahanan Nasional. Dalam geopolitik global, pangan adalah komoditas strategis. Wawasan Nusantara menuntut agar ketahanan pangan dikelola secara integratif: memanfaatkan potensi wilayah di luar Jawa, memperkuat konektivitas logistik nasional, serta memberdayakan masyarakat lokal.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya