Dark/Light Mode

Tolak Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Eropa Tuding Trump Amputasi Peran PBB

Senin, 16 Februari 2026 06:10 WIB
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. Foto X jmalBares
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares. Foto X jmalBares

RM.id  Rakyat Merdeka - Uni Eropa (UE) mengecam keras pembentukan Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dewan Perdamaian untuk Gaza itu dinilai mengabaikan mandat dan mengamputasi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perselisihan sengit antara Eropa dan AS mulai terlihat saat nasib Gaza dibahas dalam Konferensi Keamanan Munich atau Munich Security Conference (MSC) di Jerman, pekan ini.

Perbedaan sikap tersebut muncul beberapa hari jelang pertemuan pertama BoP yang akan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Washington DC, AS.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Kaja Kallas memperingatkan bahwa BoP atau Dewan Perdamaian yang diketuai AS tidak dapat menggantikan peran PBB.

Baca juga : Nikita Willy Didik Anak, Waspada Terjerumus Medsos

“Dalam piagam dewan tersebut sekarang tidak menyebutkan Gaza atau PBB sebagai tujuan utama mereka,” sentil Kallas.

Para pemimpin UE menuduh Trump telah mengubah mekanisme BoP yang awalnya diamanatkan PBB menjadi badan yang tidak lagi mencerminkan kerangka hukum aslinya atau menjamin partisipasi Palestina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Spanyol Jose Manuel Albares menuduh Presiden AS Donald Trump sengaja mengabaikan mandat asli PBB untuk BoP.

“Uni Eropa, yang merupakan salah satu penyandang utama untuk Palestina, bahkan tidak diajak dalam proses perdamaian Palestina,” keluh Albares dikutip dari Guardian, Minggu (15/2/2026).

Baca juga : Janji Purbaya Ke Anak Muda: Ke Depan, Loker Bakal Melimpah

Kallas mengatakan, resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB membentuk BoP untuk Gaza yang membantu proses pemulihan pasca perang. Badan ini dibatasi masa berlakunya hingga 2027.

DK PBB dengan tegas menyebut bahwa dewan tersebut harus memberikan kesempatan kepada Palestina untuk berpartisipasi.

“Sayangnya, dalam statuta BoP, Gaza tidak disebut dan Palestina tidak berpartisipasi,” lanjut Kallas.

Komentar-komentar tersebut menandai untuk pertama kalinya perbedaan pendapat mengenai proyek Trump terungkap secara terbuka di tingkat para petinggi UE.

Baca juga : Budget Terbesar Sepanjang Sejarah Untuk Makan Bergizi

Menanggapi keluhan para sekutu AS ini, perwakilan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk Trump, Nickolay Mladenov, berupaya memberikan penjelasan.

“Kita perlu membuat keputusan yang sangat cepat. Jika tidak, fase gencatan senjata ini bisa berubah menjadi perang lanjutan,” bela Mladenov.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.