Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menlu Iran: Trump Ubah America First Jadi Israel First
Sabtu, 28 Februari 2026 20:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan, perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sepenuhnya tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah.
Araghchi bahkan menyebut Presiden AS Donald Trump telah mengubah slogan America First menjadi Israel First. Menurutnya, kebijakan tersebut sama artinya dengan mengarahkan AS menjadi yang terakhir.
“Angkatan Bersenjata Iran yang kuat, siap untuk hari ini. Kami siap memberikan para agresor pelajaran yang pantas mereka dapatkan,” ujar Araghchi dalam pernyataan via X, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga : Abaikan Hukum Internasional, Trump Ancam Serangan Darat Ke Kartel Narkoba
Ia juga menyoroti sebuah sekolah dasar khusus anak perempuan di selatan Iran yang, menurut otoritas setempat, mengalami kerusakan akibat serangan Israel.
“Insiden itu terjadi di siang hari ketika sekolah sedang dipenuhi para siswa. Di lokasi tersebut, puluhan anak dilaporkan tewas,” tutur Araghchi.
Mengutip laporan Islamic Republic News Agency (IRNA), serangan terhadap Sekolah Shajareye Tayabeh di Minab, Provinsi Hormozgan, pada Sabtu (28/2/2026), telah menyebabkan sedikitnya 43 siswa tewas dan 63 lainnya terluka.
Baca juga : Momen Haru Prabowo Temui Korban Bencana Banjir Di Langkat
Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengatakan sekolah itu diserang secara langsung dan sejumlah siswa tewas.
"Sekolah itu diserang secara langsung. Sejumlah siswa gugur sebagai martir," ujar Radmehr.
Untuk merespons kejadian itu, operasi penyelamatan dan bantuan langsung digulirkan di sekolah tersebut. "Situasi keamanan di kota itu kini berada di bawah kendali," katanya.
Baca juga : BSI Gandeng 50 Travel Umrah Di Event Visit Saudi Travel Fair 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya