Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Risiko Konflik Regional Mengintai
Sekjen PBB Soal Eskalasi Militer di Timur Tengah: Kembalilah Ke Meja Perundingan
Sabtu, 28 Februari 2026 22:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengecam eskalasi militer yang terjadi di Timur Tengah, Sabtu (28/2/2026). Menurutnya, penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta serangan balasan Iran di berbagai wilayah, merusak perdamaian dan keamanan internasional.
"Semua Negara Anggota harus menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Guterres via X, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga : 55 Persen Pemudik Telah Kembali Ke Jabodetabek
Piagam tersebut dengan jelas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara lain yang tidak sesuai dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Saya menyerukan penghentian segera permusuhan dan de-eskalasi. Kegagalan melakukan hal tersebut berisiko memicu konflik regional yang lebih luas, dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan," tutur Guterres.
Baca juga : Gus Yahya Vs Cak Imin Makin Meruncing
"Saya sangat mendorong semua pihak untuk segera kembali ke meja perundingan," lanjutnya.
Guterres kembali menegaskan, tidak ada alternatif yang layak selain penyelesaian sengketa internasional secara damai, dan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional. Termasuk, Piagam PBB.
Baca juga : Jokowi Tolak Usulan Luhut Soal Penempatan Militer di Kementerian
"Piagam inilah yang menjadi landasan bagi pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional," pungkas Guterres.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya