Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BKSAP DPR Optimis Presiden Prabowo Mampu Jembatani Dialog AS-Iran
Sabtu, 28 Februari 2026 21:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Muhammad Husein Fadlulloh menyatakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto memediasi ketegangan Amerika Serikat-Israel dan Iran merupakan diplomasi konkret. Husein yakin Presiden Prabowo mampu mendorong penyelesaian konflik internasional melalui jalur dialog.
“Langkah Presiden Prabowo untuk menawarkan mediasi patut diapresiasi. Indonesia memiliki tradisi diplomasi damai dan posisi yang relatif diterima oleh berbagai pihak,” kata Husein saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga : Kemlu Soal Serangan AS & Israel ke Iran: Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog
Husein khawatir ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat mengancam stabilitas global. Karena itu, peran negara bebas aktif diperlukan untuk meredam ketegangan agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. "Kita berharap semua pihak dapat menahan diri dan membuka ruang dialog," ujar Husein.
Politisi partai Gerindra itu menegaskan Indonesia memiliki modal diplomatik yang kuat untuk mendorong dialog. Mulai dari jalur pemerintah hingga diplomasi parlemen. "Indonesia siap berperan sebagai jembatan komunikasi untuk mendorong terciptanya perdamaian,” cetusnya, optimis.
Baca juga : Ketua DPD Puji Capaian Diplomasi Dagang Presiden Prabowo
Ia juga menegaskan DPR siap mendukung langkah diplomasi pemerintah untuk menjaga stabilitas kawasan. Sehingga dapat memperkuat peran Indonesia dalam upaya perdamaian dunia.
"Perdamaian harus menjadi prioritas. Kita berharap upaya diplomasi yang dilakukan Indonesia dapat membantu meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju solusi damai,” tegas Husein.
Baca juga : Ketika Presiden Prabowo Dihajar Framing Sebelum Hasil Diplomasinya Terlihat
Diketahui, Kementerian Luar Negeri menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak terhadap eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Kemlu menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas setiap negara.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," bunyi keterangan akun X Kemlu pada Sabtu (28/2/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya