Dark/Light Mode

15 Tahun Ikahan, Bukti Mesranya Kerja Sama Pertahanan RI-Australia

Selasa, 27 Januari 2026 22:10 WIB
Prajurit Angkatan Darat Australia dan tank tempur utama M1A1 Abrams Angkatan Darat Australia dari Resimen Kavaleri ke-2, melaksanakan serangan amfibi selama Latihan Keris Woomera 2024 di Pantai Banongan, Indonesia. (Foto Australia Embassy Jakarta)
Prajurit Angkatan Darat Australia dan tank tempur utama M1A1 Abrams Angkatan Darat Australia dari Resimen Kavaleri ke-2, melaksanakan serangan amfibi selama Latihan Keris Woomera 2024 di Pantai Banongan, Indonesia. (Foto Australia Embassy Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia–Australia (Ikahan) merayakan ulang tahun ke-15, tahun ini. Ikahan jadi bukti mesranya hubungan pertahanan Indonesia dan Australia yang terus dirawat lintas generasi.

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier menegaskan, kerja sama pertahanan kedua negara kian solid. Bukan sekadar hubungan antarpemerintah, tapi juga hubungan antarmasyarakat.

“Kerja sama pertahanan Australia dan Indonesia terus menguat. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera," kata Dubes Brazier, dalam keterangan Australia Embassy, Selasa (27/1/2026).

Prajurit Tentara Australia, Kopral Lachlan McKechnie (kanan) menyapa Komandan Kompi TNI selama latihan di hutan dalam rangka Latihan Super Garuda Shield 2025 di Sumatera, Indonesia.

Dia menambahkan, Ikahan punya peran penting dalam mempererat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi kerja sama ini.

Hubungan pertahanan Indonesia–Australia sudah terjalin lebih dari 75 tahun. Sejarah mencatat, pada 1947 Indonesia menunjuk Australia sebagai wakilnya di Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk merundingkan kemerdekaan. Saat itu, pengamat militer Australia disambut hangat rakyat Indonesia.

Baca juga : KBPP Polri PD Metro Jaya Dukung Sikap Kapolri Pertahankan Independensi Polri

Memasuki awal 1960-an, kerja sama makin konkret. Perwira Angkatan Pertahanan Australia mulai mengikuti pendidikan militer di Indonesia. Sebaliknya, perwira TNI juga menimba ilmu di Australia.

Sejak saat itu, ribuan perwira dari kedua negara bekerja, belajar, dan berlatih bersama.

Salah satu pendiri Ikahan dari Indonesia, Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono, menyebut Ikahan sebagai contoh nyata pentingnya investasi hubungan antar masyarakat, terutama bagi dua negara bertetangga dekat.

“Ikahan adalah bukti betapa pentingnya membangun hubungan people to people antara Indonesia dan Australia. Selamat atas 15 tahun berdirinya Ikahan,” kata Agus.

Hal senada disampaikan pendiri Ikahan dari Australia, Jenderal (Purn.) David Hurley. Menurutnya, sejak awal berdiri, Ikahan menjadi jembatan komunikasi strategis di semua level.

Baca juga : DPR: Pengerahan Brigade TNI Ke Gaza Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

“Dari kadet hingga pemimpin pertahanan senior, Ikahan menghubungkan semuanya. Ini cerminan saling menghormati dan saling percaya antara kedua negara,” ujar Hurley.

Ke depan, hubungan pertahanan RI–Australia dipastikan makin erat. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese telah mengumumkan Perjanjian Keamanan Bersama Indonesia–Australia.

Kesepakatan ini melanjutkan kerja sama yang sudah dibangun lewat Perjanjian Lombok 2006 dan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan 2024.

Ikahan resmi berdiri pada 2011 sebagai asosiasi alumni pertahanan. Kini, organisasi ini memiliki lebih dari 5.000 anggota dari berbagai pangkat dan matra.

Ikahan juga tercatat sebagai ikatan alumni pertahanan pertama di Indonesia.

Baca juga : Pulung Agustanto Soroti Disharmoni Aturan Kerja bagi Pasangan Kawin Campur

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.