Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Korban Perang Iran Vs AS-Israel, 1.000 Meninggal 100.000 Mengungsi
Jumat, 6 Maret 2026 07:50 WIB
Sebelumnya
Di sisi lain, militer Israel mengklaim intensitas tembakan rudal Iran mulai menurun setiap hari setelah sejumlah peluncur rudal dan persenjataan mereka dihancurkan. Militer Israel juga mengklaim telah menyelesaikan gelombang tambahan serangan di Lebanon selatan dengan menargetkan lokasi peluncur roket dan rudal Hizbullah di selatan Sungai Litani.
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS menyatakan telah menenggelamkan lebih dari 20 kapal Iran. Militer AS juga mengklaim telah menghantam lebih dari 2.000 target di Iran, termasuk menghancurkan ratusan rudal balistik dan drone.
Terbaru, kapal perang Iran IRIS Dena dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu (5/3/2026) waktu setempat setelah terkena torpedo kapal selam AS. Sebanyak 87 tentara Iran dilaporkan tewas, 61 lainnya hilang, dan 32 berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
“Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang masih hilang,” kata pejabat Angkatan Laut Sri Lanka seperti dilansir AFP.
Baca juga : Tenang, Biarpun Ada Perang Fundamental Ekonomi Kuat
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, di lepas pantai Sri Lanka.
“Sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras aksi tersebut. Ia menilai serangan AS dilakukan di perairan internasional tanpa peringatan.
“AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil dari pantai Iran. Kapal fregat Dena dihantam di perairan internasional tanpa peringatan. Ingat katakata saya, AS akan sangat menyesal,” kecam Araghchi, seperti dilansir AFP, Kamis (5/3/2026).
Baca juga : Ida Mahmudah: Dilihat Dulu, Urgensi Pembentukan Pansus
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan AS dan Israel akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Ia bahkan menyebut siapa pun yang mencoba memimpin Iran akan bernasib tragis.
“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang. Kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin mereka akhirnya mati,” kata Trump.
Di dalam negeri AS sendiri, upaya menghentikan operasi militer tersebut gagal. Senat AS memblokir resolusi yang diajukan sejumlah anggota parlemen untuk menghentikan perang, Rabu (4/3/2026).
Resolusi itu diajukan oleh senator dari Partai Demokrat Tim Kaine dan senator Partai Republik Rand Paul, yang meminta penarikan pasukan AS kecuali Kongres memberikan izin resmi untuk operasi militer.
Baca juga : Bun Joi Phiau: Via Pansus, Pengawasan Lebih Luas Dan Mendalam
Namun, Partai Republik yang memegang mayoritas suara di Senat—53 berbanding 47—sebagian besar mendukung keputusan Trump menyerang Iran bersama Israel.
Resolusi pun gagal disahkan. Situasi ini membuat banyak pihak memperkirakan konflik di Timur Tengah akan berlangsung panjang.
Di sisi lain, jalur perdagangan energi dunia juga ikut terdampak. Selat Hormuz dilaporkan hampir kosong karena ancaman Iran membuat kapal tanker minyak dan gas enggan melintas di jalur strategis tersebut. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya