Dark/Light Mode

Indonesia Tawarkan Diri Jadi Mediator Teheran-Washington

Dubes Iran: Tidak Akan Mediasi Dengan AS

Jumat, 6 Maret 2026 22:22 WIB
Dubes Mohammad Boroujerdi (berdiri depan) di kediamannya di Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Foto Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dubes Mohammad Boroujerdi (berdiri depan) di kediamannya di Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (Foto Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi tegas menolak mediasi dengan Amerika Serikat (AS). 

"No! (Iran) Tidak akan mediasi dengan AS," tegasnya saat menjawab pertanyaan pers di sela-sela acara doa bersama di kediamannya di Menteng, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dengan nada geram, Dubes Boroujerdi mengingatkan semua jurnalis dan tamu yang hadir, Negeri Para Mullah itu sudah pernah melakukan mediasi dengan Negeri Paman Sam. Sayangnya, Washington justru mengkhianati ketulusan Teheran yang memang ingin mencapai kata sepakat.

"Tiga kali Iran setuju menjalani mediasi dengan AS. Semuanya berakhir pahit," bebernya.

Dubes yang resmi bertugas di Indonesia pada 23 Oktober 2023 itu menjelaskan tiga negosiasi yang dikhianati Negeri Adi Daya.

"Negosiasi pertama seputar program nuklir yang menghasilkan kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2015," sebutnya.

Baca juga : Langkah Prabowo Jadi Mediator Iran-AS Didukung Negara-negara Timur Tengah

Kesepakatan yang melibatkan Iran dan negara-negara besar dunia itu, ungkapnya, ditinggalkan AS secara sepihak.

Negosiasi kedua adalah lima putaran untuk menurunkan tensi pasca serangan ke Iran pada Juni 2025.

"Negosiasi ketiga juga ditinggalkan AS tanpa alasan yang jelas," pungkasnya sambil menggelengkan kepalanya.

Melihat tiga negosiasi yang tidak pernah berujung manis, Dubes Boroujerdi menegaskan, Iran tidak akan percaya lagi dengan AS.

Menanggapi tawaran Indonesia yang ingin menjadi mediator damai, Dubes Boroujerdi berterima kasih.

" Terima kasih pada saudara kami Indonesia, Presiden Prabowo Subianto. Niat anda sangat baik," ujarnya. 

Baca juga : Kedubes Iran Apresiasi Kesiapan Prabowo Jadi Mediator Konflik Dengan AS & Israel

Namun, sepertinya Iran memang sudah muak dengan AS yang selalu ingkar.

"Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran," tegasnya.

Iran, lanjutnya, bukan hanya menolak tawaran mediasi dari Indonesia, sejumlah negara sahabat juga menawarkan diri menjadi jembatan dialog antara Iran dan AS.

Salah satu sekutu yang menawarkan diri adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut pernyataan dari Kremlin, Rabu (4/3/2026), Putin menawarkan diri untuk bertindak sebagai perantara dengan menyampaikan keluhan Uni Emirat Arab (UEA) tentang serangan tersebut kepada Iran. 

Putin berbicara lewat telepon dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Baca juga : Iran Diserang, KBRI Teheran Terus Perkuat Komunikasi dengan WNI

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator apabila Iran dan AS berkeinginan untuk membuka ruang mediasi. 

 "Jika kedua belah pihak mau, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," ujar Sugiono melalui keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).

AS dan Israel melakukan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026 dengan alasan sebagai serangan pendahuluan. Lebih dari 1.000 orang sudah tewas akibat serangan AS-Israel ke Iran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.