Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rusia Dan Indonesia: Persahabatan Yang Terbangun Dan Bertahan Melintasi Dekade
Jumat, 6 Februari 2026 06:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tanggal 3 Februari menandai peringatan 76 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia. Hubungan yang sejak awal dibangun dalam tradisi persahabatan dan kedekatan sejalan dengan prinsip-prinsip persahabatan yang kokoh, saling menghormati dan saling percaya. Fondasi hubungan tersebut diletakkan sejak tahun 1950 oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Sahabat-sahabat kami di Indonesia senantiasa mengingat dukungan kuat Moskow kepada bangsa Indonesia pada periode 1950–1960-an. Baik dalam perjuangan melepaskan diri dari belenggu kolonialisme maupun pada tahun-tahun awal pascakemerdekaan yang penuh tantangan.
Bukti nyata dari bantuan tersebut dapat dilihat dari sejumlah simbol bersejarah. Antara lain Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta yang mirip dengan arsitektur Stadion Luzhniki di Moskow. Ada Rumah Sakit Persahabatan sebagai salah satu fasilitas kesehatan tertua dan terbesar di Indonesia.
Baca juga : Hajar Jepang, Indonesia Tantang Raja Asia Di Final Piala Asia Futsal
Selain itu, Museum Kapal Selam Pasopati di Surabaya. Kapal selam tersebut pernah berpartisipasi dalam operasi Trikora, yakni operasi pembebasan Papua Barat dari kolonialisme Belanda.
Pedoman utama kerja sama praktis saat ini adalah Deklarasi Kemitraan Strategis antara Federasi Rusia dan Republik Indonesia, yang disepakati sebagai hasil pertemuan pemimpin kedua negara di St. Petersburg pada Juni 2025.
Dokumen tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang. Antara lain energi, eksplorasi dan pengolahan sumber daya mineral, konstruksi dan modernisasi infrastruktur, pertanian, perbankan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta pariwisata.
Baca juga : UNICEF Puji Indonesia Serius Bangun Generasi Masa Depan Melalui MBG
Jalinan kerja sama yang bersahabat, konstruktif dan setara antara kedua negara berdaulat ini tidak hanya dibentuk oleh sejarah panjang hubungan bilateral, tetapi juga didasarkan pada kesamaan pandangan mengenai tatanan dunia internasional.
Prinsip utama yang dijunjung tinggi adalah hak setiap negara untuk menentukan jalur pembangunannya sendiri serta prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri.
Rusia dan Indonesia mendukung pembentukan tatanan dunia yang benar-benar multipolar, berlandaskan prinsip kesetaraan kedaulatan. Interaksi kami dalam berbagai format multilateral yang berorientasi pada kepentingan negara-negara Global South memiliki arti penting.
Baca juga : Golkar DKI Gelar Perayaan Natal, Zaki Tegaskan Bukan Politisasi Agama
Bergabungnya Indonesia dalam BRICS pada Januari 2025 secara signifikan memperluas cakrawala kerja sama bilateral yang setara. Kami sangat menghargai kontribusi para mitra Indonesia dalam kegiatan forum tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya