Dark/Light Mode

Costa Rica Negara Paling Bahagia Di Dunia, Cetak Rekor Setelah 14 Tahun

Jumat, 20 Maret 2026 12:24 WIB
Ilustrasi orang yang berbahagia (Foto: World Happiness Report)
Ilustrasi orang yang berbahagia (Foto: World Happiness Report)

 Sebelumnya 
Cost Rica adalah negara Amerika Latin pertama yang masuk lima besar, dengan skor kebebasan dan ukuran dukungan sosial mencapai hampir dua kali lipat sejak 2021.

Costa Rica tidak memiliki peringkat setinggi negara-negara Nordik dalam hal PDB atau dukungan pemerintah, tetapi penduduknya tetap melaporkan kebebasan yang kuat untuk membuat pilihan hidup mereka sendiri. Mereka juga menilai, kehidupan mereka secara signifikan lebih tinggi daripada yang diprediksi oleh faktor-faktor yang diukur saja.

Alam juga merupakan sumber kebahagiaan sehari-hari yang tak pernah padam. Warga setempat bernama Adrian Hunt menggambarkan kebahagiaan dalam bentuk bangun di pagi hari, berjalan di pantai dan menyaksikan monyet-monyet meraung berpindah dari pohon ke pohon sementara ikan-ikan saling mengejar di teluk.

Baca juga : Program TJSL, Peruri Bagikan Takjil Gratis untuk Warga Sekitar Perusahaan

"Saya percaya, Kosta Rika memiliki kualitas hidup terbaik dibandingkan negara-negara lain di Amerika Tengah. Ada sesuatu tentang energi orang-orangnya, baik penduduk lokal maupun ekspatriat, yang membuat negara ini sangat istimewa," ungkap Hunt. 

5. Swedia

Negara ini menempati peringkat ketujuh di dunia untuk harapan hidup sehat dan kelima untuk persepsi korupsi yang rendah. Kehadirannya di peringkat atas mencerminkan apa yang digambarkan penduduk sebagai keseimbangan antara kehidupan perkotaan yang progresif dan akses mudah ke alam.

Profesor Kesejahteraan, Kemakmuran, dan Kebahagiaan di Sekolah Ekonomi Stockholm, Micael Dahlen berpendapat, salah satu alasan utama mengapa Swedia konsisten menempati peringkat tinggi dalam hal kebahagiaan adalah karena ukuran negaranya yang kecil. 

Baca juga : Jasa Raharja Borong Dua Penghargaan Di Anugerah BUMN 2026

"Jaraknya kecil, baik itu antar manusia, antar kota dan alam. Kami telah belajar untuk saling percaya dan bergantung satu sama lain, untuk berbagi dan menghargai apa yang kami miliki, hidup berdampingan dengan alam, juga menerima ide serta orang-orang baru," paparnya.

Dahlen menambahkan, salah satu detail budaya yang mencerminkan sifat egaliter adalah penggunaan kata ganti informal " du " (kamu) secara universal tanpa memandang status. "Tidak peduli siapa Anda, apakah seorang bintang pop, peraih Nobel, perdana menteri, atau profesor kebahagiaan seperti saya, pada dasarnya Anda adalah Anda, du," tuturnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.