Dark/Light Mode

Krisis Timur Tengah: Jepang Minta Warganya Tak Timbun Tisu Toilet

Senin, 23 Maret 2026 11:47 WIB
Ilustrasi tisu toilet (Foto: Pexels)
Ilustrasi tisu toilet (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang mendesak warganya untuk tidak panik membeli tisu toilet, menyusul maraknya postingan media sosial yang menggambarkan aksi menimbun barang kebutuhan sehari-hari - mulai dari makanan kucing hingga bir Suntory - karena khawatir dampak konflik Timur Tengah. 

Baca juga : Siasati Krisis Timur Tengah, Filipina Izinkan Penggunaan BBM Murah dan Kotor

Melansir Bloomberg, penimbunan kertas toilet menjadi fenomena di Jepang pada saat krisis minyak tahun 1973. Ini memicu kontraksi ekonomi pasca-perang pertama di negara itu. Baru-baru ini, gempa bumi dan tsunami dahsyat tahun 2011 serta pandemi Covid juga memicu pola perilaku serupa.

Baca juga : Idul Fitri Di Tengah Perang, Ketua DPD Imbau Semua Pihak Tahan Diri

Terkait hal itu, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang mengimbau warganya untuk membuat keputusan rasional tentang pembelian tisu toilet berdasarkan informasi yang akurat.

Baca juga : Timur Tengah Memanas, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan Pupuk Aman

Data Japan Household Paper Industry Association menyebutkan, sekitar 97 persen kertas toilet diproduksi di dalam negeri  dengan menggunakan kertas dan pulp daur ulang, tanpa bergantung pada Timur Tengah. "Produksi tidak terpengaruh secara langsung. Masih ada kapasitas yang cukup untuk meningkatkan produksi, jika diperlukan," ujar organisasi tersebut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.