Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terang-terangan Ingin Minyak Iran, Trump Ketahuan Belangnya
Sabtu, 28 Maret 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, ancaman pertama dilontarkan Trump pada 21 Maret 2026. Tenggat 48 jam sempat diperpanjang 5 hari, lalu kini kembali diperpanjang 10 hari.
Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi damai. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, komunikasi yang terjadi hanya sebatas pertukaran pesan. “Ini bukan dialog atau negosiasi,” tegas Araghchi.
Iran juga bersiap menghadapi eskalasi. Bahkan, militer Iran memberi peringatan keras terhadap kehadiran pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Baca juga : Pangkas Jatah Bensin Eselon I-III, DPR Mulai Berhemat
“Jika pasukan AS berada di sebuah hotel, maka hotel itu menjadi target,” kata juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pun menyerukan solidaritas dunia Islam. Ia meminta negara-negara Muslim bersatu menghadapi situasi ini. Dalam percakapan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pezeshkian menegaskan, serangan Iran ke pangkalan AS merupakan respons sah atas agresi yang diterima.
Ia juga menepis tudingan Barat soal ambisi nuklir Iran. “Kami tidak pernah berniat memiliki senjata nuklir. Itu hanya dalih untuk menyerang kami,” ujarnya.
Baca juga : Budi Prasetyo: Kami Yakin Dewas Akan Objektif Dan Profesional
Pezeshkian menegaskan, Iran menginginkan perang segera dihentikan dan stabilitas kawasan dipulihkan.
Seruan damai juga datang dari Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia mendesak semua pihak menghentikan konflik sebelum meluas.
“Model Gaza tidak boleh terulang di Lebanon,” tegas Guterres.
Baca juga : Bonyamin Saiman: Kami Minta Dewas KPK Periksa Pihak Terkait
Di tengah situasi panas, Israel justru memperluas operasi militernya. Serangan ke Lebanon terus dilakukan untuk menekan Hizbullah, sekutu Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengumumkan rencana memperluas zona penyangga di perbatasan Lebanon.
“Kami menciptakan zona penyangga lebih luas untuk mencegah serangan ke Israel,” katanya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya