Dark/Light Mode

Bidik Potensi Perdagangan Rp 8.000 Triliun

Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8

Senin, 30 Maret 2026 06:10 WIB
Dubes Zahid Hafeez Chaudhri di Kantor Kedubes Pakistan Jakarta, November 2025. Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id
Dubes Zahid Hafeez Chaudhri di Kantor Kedubes Pakistan Jakarta, November 2025. Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id

 Sebelumnya 
Dubes Chaudhri juga memaparkan berbagai peluang kerja sama yang tengah dikembangkan. Mulai dari pertahanan, pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi digital.

Menurutnya, kerja sama di bidang teknologi, fintech dan kecerdasan buatan sebagai area potensial, mengingat kedua negara memiliki populasi muda yang besar.

“Ekonomi digital adalah bidang yang sangat penting untuk kolaborasi antara Pakistan dan Indonesia,” katanya.

Di sektor lain, kerja sama industri halal juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

Baca juga : Wika Salim, Dampingi Kekasih Ucapkan Syahadat

Dubes Chaudhri bilang, kedua negara dapat menjadi pelopor global melalui pengakuan standar halal bersama dan pengembangan usaha patungan.

“Pakistan dan Indonesia dapat menjadi penentu tren dalam industri halal,” ujarnya.

Dia berharap, momentum KTT yang akan datang dapat semakin memperkuat kerja sama tidak hanya di tingkat Pemerintah, tetapi juga antar pelaku usaha dan masyarakat.

“Kita perlu bekerja bersama untuk mendekatkan kedua bangsa kita,” ujarnya.

Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan

Seperti diketahui, D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki. Azerbaijan menjadi negara anggota terbaru yang bergabung D-8 pada Desember 2024.

Indonesia memimpin keketuaan D-8 periode 2026-2027 dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran global: Memperkuat Kesetaraan, solidaritas, dan Kerja sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Penundaan penyelenggaraan KTT D-8 berkaitan dengan perang antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah berkonsultasi dengan Sekjen D-8, komisioner dan para duta besar negara anggota D-8, serta para mitra di negara akreditasi masing-masing. LDU

Baca juga : WFH 1 Hari Bakal Diumumin Bulan Ini, Purbaya Usul Hari Jumat

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 30 Maret 2026 dengan judul "Bidik Potensi Perdagangan Rp 8.000 Triliun Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.