Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
40 Negara Cari Cara Buka Selat Hormuz Tanpa AS
Trump Mulai Ditinggal Negara-negara Sekutu
Sabtu, 4 April 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, pemerintahan Trump bakal meninjau kembali hubungannya dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). "Setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan dengan NATO," kata Rubio kepada pembawa acara Sean Hannity di Fox News, dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pemungutan suara terkait resolusi perlindungan pelayaran di Selat Hormuz pada Sabtu (4/4/2026), setelah sebelumnya ditunda. Resolusi yang diusulkan Bahrain tersebut, membuka kemungkinan bagi negara-negara untuk mengambil langkah defensif guna menjaga keamanan jalur pelayaran.
Iran masih membatasi akses Selat Hormuz, tapi memberikan izin kepada sejumlah negara yang dianggap sahabat, seperti Pakistan, India, Malaysia, China, dan Turki. Terbaru, Iran juga menjamin keamanan kapal berbendera Filipina yang melintas di jalur tersebut.
Baca juga : Sanksi ASN Liburan Saat WFH Jumat, Dari Turun Pangkat Hingga Pemecatan
Di tengah konflik yang masih berlangsung, Iran bersama Oman tengah menyusun protokol pengawasan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi menegaskan, saat Iran tengah menghadapi agresi, tentu pergerakan kapal di Selat Hormuz akan mengalami gangguan serius. "Saat ini kami berada dalam kondisi perang, dan situasi perang tidak dapat diatur dengan aturan di masa damai," tegasnya seperti dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku prihatin dengan kondisi Timur Tengah (Timteng). Putin menegaskan, Rusia siap turun tangan membantu Timteng. Dia berharap, konflik ini bisa segera berakhir.
Baca juga : Urus Gempa Sulut, Pemerintah Gercep
"Izinkan saya menegaskan kembali bahwa kami siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi dan, seperti yang mereka katakan dalam kasus seperti ini, mengembalikannya ke keadaan normal," ujarnya kepada Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dikutip dari Aljazeera, Jumat (3/4/2026).
Harga Minyak Melonjak
Berdasarkan data Refinitiv, harga minyak mentah Brent pada Kamis (2/4/2026), ditutup di level 109,28 dolar AS per barel atau naik 8,03 persen. Kenaikan ini berbanding terbalik dengan perdagangan Rabu (1/4/2026) yang sempat anjlok 14,5 persen.
Dalam perdagangan intraday, harga Brent bahkan sempat menyentuh 109,74 dolar AS per barel. Sementara itu, di pasar spot, S&P Global mencatat harga minyak Brent sempat melonjak hingga 141,36 dolar AS per barel.
Baca juga : Trubus Rahardiansyah: Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Liburan
Harga spot tersebut mencerminkan permintaan pengiriman minyak dalam jangka 10 hingga 30 hari ke depan. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami lonjakan signifikan. Harga WTI ditutup di level 111,54 dolar AS per barel atau naik 11,41 persen pada Kamis (2/4/2026). [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya