Dark/Light Mode

Dukung Gencatan Senjata Di Selat Hormuz

China-Rusia Turun Gunung Redakan Perang Di Timteng

Selasa, 7 April 2026 06:10 WIB
Menlu Sergey Lavrov (kiri) berbincang dengan Menlu Wang Yi di Beijing, China, pada 8 April 2024. Foto:  RUSSIAN FOREIGN MINISTRY
Menlu Sergey Lavrov (kiri) berbincang dengan Menlu Wang Yi di Beijing, China, pada 8 April 2024. Foto: RUSSIAN FOREIGN MINISTRY

 Sebelumnya 
"Rusia dan China senang bisa satu suara dalam langkah penyelesaian masalah di sekitar Iran. Terutama agresi tanpa provokasi yang dilakukan AS terhadap Iran," kata Lavrov.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu (5/4/2026) menyatakan, Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelumnya. Terutama bagi AS dan Israel.

Pernyataan itu muncul seiring langkah Teheran menyiapkan pengaturan keamanan baru di Teluk Persia yang membatasi pihak yang dianggap bermusuhan.

Baca juga : Jennifer Coppen, Berharap Hubner Sayang Anaknya

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Parlemen Iran menyetujui akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Peringatan itu diabaikan Iran sambil menyebutnya sebagai ancaman bodoh.

"Ingat ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," tulis Trump.

Baca juga : Prabowo Kecam Serangan Terhadap 3 TNI di Lebanon

"Waktu hampir habis, 48 jam sebelum semua neraka akan menimpa mereka," gertak Trump.

Sebelumnya, Trump mengatakan kepada New York Post, tidak ragu mengerahkan pasukan darat. Kendati Gedung Putih menyatakan bahwa pasukan darat bukan bagian dari rencana saat ini, tapi Trump membuka semua opsi.

Serangan AS dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang. Termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Baca juga : Di Tengah Tekanan Global, Sektor Manufaktur Kita Tetap Ekspansif

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 7 April 2026 dengan judul "Dukung Gencatan Senjata Di Selat Hormuz China-Rusia Turun Gunung Redakan Perang Di Timteng"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.