Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Baru Dua Kapal Tembus Selat Hormuz, Tanda Dibuka Atau Sekadar Uji Coba?
Rabu, 8 April 2026 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dua kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Iran setuju untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Demikian pantauan Marine Traffic, Rabu (8/4/2026).
Marine Traffic menuliskan di platform X, kapal kargo curah milik Yunani, NJ Earth, melintasi Selat Hormuz pukul 08:44 UTC (16.44 WIB). Sementara kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, melintas lebih awal pada pukul 06:59 UTC (13:59 WIB), tak lama setelah berangkat dari Bandar Abbas pada pukul 05:28 UTC (12:28 WIB).
AS dan Iran sepakat pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (7–8 April) untuk gencatan senjata selama dua minggu. Selama masa tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pelayaran melalui Selat Hormuz dimungkinkan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.
Baca juga : Tebar Ancaman Soal Selat Hormuz, Gertakan Trump Dicuekin Iran
"Selama dua minggu, dibuka jalur aman melalui Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X.
Analis mengingatkan, kapal mulai melintas tapi belum tanda pasti Selat Hormuz telah berjalan normal.
"Pergerakan kapal NJ Earth bisa jadi sinyal awal pergerakan. Namun, masih terlalu dini untuk memastikan apakah ini bagian dari pembukaan lebih luas akibat gencatan senjata, atau sekadar pengecualian yang sudah disetujui sebelumnya," kata analis dari Kpler, Ana Subasic.
Baca juga : Trump Mulai Ditinggal Negara-negara Sekutu
Kapal milik Yunani itu tetap menyalakan sinyal transponder saat melintasi selat melalui rute yang disetujui Iran di dekat Pulau Larak. Jalur tersebut memang menjadi lintasan utama bagi sebagian besar kapal dalam tiga pekan terakhir.
Subasic menegaskan, meski ada kemungkinan lebih banyak kapal akan melintas dalam beberapa hari ke depan, pergerakan awal ini tetap harus disikapi dengan hati-hati, terutama dari sisi risiko.
Sementara itu, laporan Lloyd's List menyebut sejumlah pemilik kapal dan penyewa mulai bersiap menggerakkan armada mereka yang sempat tertahan di kawasan Teluk. Diperkirakan sekitar 800 kapal masih tertahan di wilayah tersebut.
Baca juga : Iran Izinkan Kapal Malaysia Lintasi Selat Hormuz, PM Anwar Ucapkan Terima Kasih
Sebelumnya, akses ke Selat Hormuz dibatasi ketat oleh Iran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari.
Data Kpler mencatat, sepanjang 1 Maret hingga 7 April, hanya terjadi 307 kali pelayaran kapal komoditas—anjlok hingga 95 persen dibandingkan kondisi normal.
Padahal, dalam situasi damai, sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia dan gas alam cair (LNG) melewati jalur strategis tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya