Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AS & Iran Sama-sama Siap Tempur Lagi
Baru Dua Hari, Gencatan Senjata Terancam Gagal
Jumat, 10 April 2026 07:50 WIB
Faktor Israel Bikin Runyam
Gencatan senjata makin rapuh karena situasi di Lebanon. Israel masih terus melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Lebanon.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi memberikan peringatan keras kepada AS untuk memilih. Araghchi ingin AS memilih antara mempertahankan gencatan senjata, atau melanjutkan perang lewat Israel.
Baca juga : OMG, Selat Hormuz Kembali Ditutup
“AS harus memilih, antara gencatan senjata atau melanjutkan perang lewat Israel. Mereka tak bisa mendapatkan keduanya. Dunia akan melihat pembantaian di Lebanon. Bola saat ini ada di lapangan AS, dan dunia memperhatikan apakah mereka akan bertindak terkait komitmennya,” tulis Araghchi lewat media sosial X dikutip Kamis (9/4/2026).
Presiden Iran Massoud Pezeshkian menegaskan, penghentian serangan ke Lebanon sebagai salah satu syarat kunci gencatan senjata AS dan Iran. Ini masuk dalam salah satu 10 poin gencatan senjata yang diajukan dan disepakati.
“Menetapkan gencatan senjata di Lebanon telah menjadi syarat utama dari rencana 10 poin Iran,” kata Pezeshkian seperti dilaporkan Kantor Berita Iran, IRNA.
Baca juga : Fadli Zon: Pemimpin Harus Memikirkan Harga Yang Terjangkau
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance, merasa Iran salah paham. Kata dia, penghentian serangan ke Lebanon tak tercakup dalam kesepakatan gencatan senjata.
Garda Revolusi Iran memperingatkan, mereka akan kembali membalas jika Israel tidak menghentikan serangan ke Lebanon.
“Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami akan memenuhi kewajiban kami dan memberikan balasan,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah dilansir AFP, Kamis (9/4/2026).
Baca juga : Nurul Fata: Masukan Itu Sangat Positif Dan Konstruktif
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan ancaman potensi provokasi dan sabotase terhadap gencatan senjata dua pekan ini. “Kami berharap gencatan senjata akan sepenuhnya diterapkan di lapangan tanpa memberikan kesempatan bagi kemungkinan provokasi dan sabotase,” tulis Erdogan lewat akun X, dilihat Kamis (9/4/2026).
Erdogan mengaku, dalam percakapannya dengan Presiden Trump, ia mendesak kesepakatan perdamaian yang abadi dengan Iran. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng,” ujar Erdogan. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya