Dark/Light Mode

Trump: Selat Hormuz Sudah Dibuka, Blokade Laut Untuk Iran Masih Berlaku

Jumat, 17 April 2026 20:38 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @realdonaldtrump)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan, sekalipun Iran telah resmi mengumumkan pembukaan Selat Hormuz, blokade laut AS tetap diberlakukan untuk negara tersebut. 

"Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran telah sepenuhnya terbuka dan siap dilalui secara penuh. Terima kasih!" tulis Trump via Truth Social, Jumat (17/4/2026).

"Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk aktivitas dan lalu lintas penuh, tetapi blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya hanya untuk Iran, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100 persen. Proses ini seharusnya berjalan sangat cepat, karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan," imbuh Presiden ke-45 dan 47 AS itu.

Dalam konflik terbaru Timur Tengah, Iran mengambil kebijakan menutup Selat Hormuz sebagai bentuk respons strategis atas serangan AS dan Israel, yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Baca juga : Warning FAO Buntut Selat Hormuz Diblokade, Bencana Pangan Global Di Depan Mata

Penutupan ini berdampak signifikan, karena hampir 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini, dan sempat memicu kenaikan tajam pada harga minyak dunia.

Pengumuman Iran 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengumumkan Selat Hormuz akan tetap sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial, selama sisa masa gencatan senjata.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulis Araghchi via X, Jumat (17/4/2026).

Melansir Tasnim, pasca pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan militer, AS dan Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Baca juga : Trump: Selat Hormuz Segera Dibuka, Dengan atau Tanpa Kerja Sama Iran

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melakukan serangkaian serangan balasan selama 40 hari, dengan menargetkan instalasi militer AS dan Israel di kawasan serta menunjukkan kemampuan tempur mereka.

Berlawanan dengan ekspektasi kemenangan cepat, serangan balasan Iran menyebabkan kerusakan signifikan terhadap aset AS dan Israel, sehingga memperpanjang konflik dan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Dalam upaya meredakan permusuhan, gencatan senjata selama dua minggu dimediasi oleh Pakistan pada 8 April, yang memungkinkan berlangsungnya negosiasi di Islamabad.

Dalam perundingan tersebut, Iran mengajukan rencana sepuluh poin yang mencakup penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, serta kendali atas Selat Hormuz.

Baca juga : Selat Hormuz Segera Dibuka, Harga Minyak Dunia Mereda

Meski telah menjalani pembicaraan intens selama 21 jam dengan negosiator AS di Pakistan, delegasi Iran kembali ke Teheran tanpa mencapai kesepakatan, dengan alasan kurangnya kepercayaan dan sikap politik AS yang berubah-ubah.

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.