Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat
Sabtu, 18 April 2026 07:40 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, kedua negara menggelar perundingan di Islamabad pada 11–12 April 2026, namun berakhir buntu. Isu pengayaan nuklir dan Selat Hormuz menjadi poin paling alot.
AS bahkan sempat mengancam memblokade Selat Hormuz, yang kemudian direalisasikan. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mulai membatasi aktivitas pelayaran ke pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026). Militer AS mencegah kapal masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.
Israel–Lebanon Gencatan Senjata
Di sisi lain, Trump juga mengumumkan, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari mulai Kamis (16/4/2026) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4/2026) pukul 02.00 WIB, setelah perundingan di Washington.
Baca juga : Lawan Dolar, Rupiah Tak Sekuat Ringgit
Kesepakatan itu tercapai setelah delegasi Lebanon dan Israel, dengan mediasi AS, menggelar pembicaraan pada Selasa (14/4/2026). Namun, kelompok Hizbullah tidak hadir karena menolak langkah tersebut.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,” kata Trump.
Trump menambahkan, ia telah meminta Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua pihak.“Suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” ujar Trump.
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Fokus Utama Lindungi Korban Dan Tindak Tegas
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban konflik. Ia juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Uni Eropa, serta negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Namun, keputusan ini menuai kritik di Israel. Sejumlah menteri dalam kabinet Netanyahu dilaporkan tidak dilibatkan dalam keputusan tersebut.
Sementara, Iran menyambut positif gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari dinamika kesepahaman dengan AS.
Baca juga : Ubaid Matraji: Segera Keluarkan Status Darurat
“Penghentian perang tersebut merupakan bagian dari kesepahaman antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres juga menyambut baik kesepakatan tersebut dan berharap semua pihak mematuhinya.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon dan menegaskan komitmen bantuan kemanusiaan. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya