Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Siapkan Kapal Militer Prancis Untuk Amankan Kawasan
Macron Bujuk Iran Buka Selat Hormuz
Jumat, 8 Mei 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prancis Emmanuel Macron bergerak cepat untuk meredakan krisis di Selat Hormuz. Dalam pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Macron membujuk Teheran membuka kembali jalur pelayaran vital dunia tersebut, sembari menyiapkan pengiriman kapal militer Prancis dan Inggris untuk mengamankan kawasan.
Macron mengatakan, dia melakukan diskusi dengan Pezeshkian lewat telepon, Rabu (6/5/2026). Pada kesempatan itu, Presiden bernama lengkap Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron itu menyampaikan keprihatinannya atas negosiasi yang mandek antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Dia menekankan, semua pihak harus mengakhiri blokade selat itu, tanpa penundaan dan tanpa syarat.
Selanjutnya, Macron berharap, Teheran dapat kembali membuka jalur pelayaran yang menjadi distribusi 20 persen sumber energi dunia itu.
“Saya sudah mengajak Presiden Iran mengambil keputusan baik. Saya juga mengajak Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut serta,” cuit Macron di akun X pribadinya, Kamis (7/5/2026).
Masoud Pezeshkian menegaskan, Negara Mullah serius mematuhi aturan internasional demi mengakhiri perang. Namun, menurut kantor berita IRNA, Iran tetap khawatir terhadap tindak-tanduk AS.
“Iran akan mengutamakan jalur diplomasi demi melindungi keamanan rakyat dan kedaulatan negara,” tegas Pezeshkian dikutip kantor berita Iran, IRNA, Kamis (7/5/2026).
Baca juga : Ersya Aurelia, Korban Pelecehan Di Lokasi Syuting
“Presiden kami tidak bisa percaya dengan negara yang mengambil langkah kasar dan menyerang Iran di tengah upaya negosiasi,” imbuh kantor berita resmi Iran itu.
Lebih lanjut Macron mengungkapkan langkah Prancis mengirim kapal induk, Charles de Gaulle, untuk misi pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang masih diblokade Iran.
Kapal induk bertenaga nuklir itu beserta kapal-kapal pengawalnya dikabarkan sedang melintasi Terusan Suez menuju Laut Merah bagian selatan.
Dia menegaskan, kapal-kapal tersebut dikirim untuk misi defensif, memberikan pendampingan kepada kapal-kapal yang terdampar di wilayah tersebut. Bukan untuk menyerang Iran.
“Misi itu dapat membantu memulihkan kepercayaan para pemilik kapal dan perusahaan asuransi,” tulis Macron di akun X.
Lebih dari 40 negara telah memulai perencanaan militer terkait misi Hormuz setelah pembicaraan yang difasilitasi Prancis dan Inggris.
Baca juga : Soal Ekonomi, Presiden Minta Rakyat Tidak Khawatir
Juru bicara Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis Kolonel Guillaume Vernet menegaskan, koalisi Hormuz tidak akan mulai beroperasi sampai syarat terpenuhi.
Menurutnya, ancaman terhadap pelayaran harus menurun dan industri maritim kembali merasa cukup yakin untuk melewati selat tersebut.
Bahkan setelah itu, lanjut Vernet, setiap operasi tetap memerlukan persetujuan negara-negara tetangga. “Kami tentu juga perlu persetujuan Iran,” tegasnya.
Vernet tidak menjelaskan kapan kapal induk itu akan mencapai tujuan akhirnya. Dia mengatakan, kapal induk tersebut diposisikan agar cukup dekat untuk segera beraksi jika dan ketika syarat-syarat tersebut terpenuhi.
“Posisi Prancis sejak awal tetap sama, bersikap defensif dan menghormati hukum internasional,” tandasnya.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global. Sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, jalur ini ditutup. Langkah tersebut membuat banyak negara kewalahan mencari cara mengatasi kelangkaan sumber energi.
Baca juga : Jaga Rupiah Tetap Perkasa, Pemerintah Batasi Pembelian Dolar
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan meningkat seiring blokade dan insiden militer yang melibatkan kapal tanker. Termasuk tindakan militer AS terhadap kapal berbendera Iran yang melanggar blokade.
Situasi ini mendorong sejumlah negara Barat, termasuk Prancis dan Inggris, mengusulkan kehadiran misi internasional untuk menjamin keamanan jalur pelayaran.
Di saat yang sama, upaya diplomasi antara Washington dan Teheran terus berjalan.
Sejumlah laporan menyebut, kedua pihak tengah mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Termasuk pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan sebagian sanksi. Namun, sejumlah isu krusial seperti program nuklir Iran dan ketidakpercayaan terhadap AS masih menjadi hambatan dalam negosiasi. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 8 Mei 2026 dengan judul "Siapkan Kapal Militer Prancis Untuk Amankan Kawasan Macron Bujuk Iran Buka Selat Hormuz"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya