Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Perang Dan Sanksi Bikin Ekonomi Teheran Terpuruk
Harga Pangan Melejit, Rakyat Iran Menjerit
Selasa, 12 Mei 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Di tengah tekanan ekonomi, Pemerintah juga memperketat pengawasan harga dan menindak pelaku dugaan penimbunan barang. Namun, langkah itu belum disertai paket stabilisasi makroekonomi yang jelas.
Sementara, Amerika Serikat (AS) terus menekan melalui blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Saat media Iran pada Minggu (10/5/2026) memberitakan bahwa Teheran telah mengirim tanggapan resmi atas naskah kesepakatan yang sebelumnya diajukan AS, Pezeshkian mengatakan, jika ada pembicaraan mengenai negosiasi, itu bukan berarti menyerah.
Baca juga : Sarwendah, Bahagia Dengan Giorgio Antonio
Mirisnya, kesepakatan buntu lagi. Presiden AS Donald Trump telah menolak proposal balasan dari Iran.
“Saya baru baca tanggapan dari yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya, tidak dapat diterima!” tegas Trump di akun Truth Social dilansir AFP, Senin (11/5/2026).
Selain itu, pemadaman internet yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan juga memperparah situasi ekonomi. Banyak pelaku usaha digital melaporkan aktivitas mereka lumpuh.
Baca juga : Prabowo: Banyak Negara Panik, Kita Tidak Panik
“Ekosistem startup di negara ini sudah mati, kami sedang mencari batu nisannya,” kata Asosiasi usaha berbasis internet dalam pernyataan resmi mereka.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Negara Mullah itu juga menutup Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas, sejak pertempuran berlangsung.
Baca juga : Soal Hantavirus, WHO Pastikan Bukan Covid Baru
AS merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Teheran, upaya menekan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Gencatan senjata diberlakukan sejak 8 April lalu melalui mediasi Pakistan, yang kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan. Perundingan damai yang digelar di Islamabad pada pertengahan April lalu gagal menghasilkan kesepakatan yang permanen. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 12 Mei 2026 dengan judul "Perang Dan Sanksi Bikin Ekonomi Teheran Terpuruk Harga Pangan Melejit, Rakyat Iran Menjerit"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya