Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Penghuni Baru Senayan

Christina Aryani, Bukan Sekadar Pemanis Sidang

Selasa, 12 November 2019 14:08 WIB
Christina Aryani. (Foto: facebook@christina aryani)
Christina Aryani. (Foto: facebook@christina aryani)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih kurang 1 bulan berkantor di Senayan, Christina Aryani kaget dengan ritme kerja sebagai anggota Dewan. Dirinya Harus menghadiri rapat yang panjang, mendengar banyak orang berbicara yang kadang mutar-mutar sebelum ke inti persoalan, hingga membuatnya dirinya tidak sabaran. Namun, poltisi Partai Golkar ini terus berupaya, beradaptasi dengan lingkungan barunya tersebut.

“Di perusahaan profesional, saya terbiasa to the point. Kalau ngomong lama-lama kita ditimpuk, bisa dikeroyok. Tapi, ini lembaga politik. Sebagai pendatang baru, saya harus beradaptasi dengan suasana kerja baru di sini,” kata Aryani saat berbincang dengan Rakyat Merdeka di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Sekarang, ungkap dia, dirinya mencoba menyimak, mendengar berbagai masukan dan pendapat dari seluruh fraksi yang ada di komisi. Dia pun mulai memahami, DPR adalah lembaga yang menampung banyak orang dari segala latar belakang, dan diperlukan banyak sudut pandang sebelum memutuskan sesuatu.

Baca juga : Pendidikan Harus Berikan Skill dan Pemahaman Agama Secara Bersamaan

“Bisa jadi, yang tidak penting untuk satu orang, penting bagi orang lain. Menarik juga. Sebab, semakin banyak orang bicara, makin banyak perspektif,” jelas perempuan kelahiran 1975 ini.

Diketahui, Aryani meniti karier di lingkungan profesional, bekerja sebagai manajer produksi di SCL Elections, lembaga konsultan politik asal London, Inggris. Setelah itu ia menjadi tenaga ahli di berbagai perusahaan, menjadi dosen dan merintis usaha sendiri.

Keahliannya tak jauh di bidang hukum. Saat sidang sengketa Pilpres 2019, wajah cantik Aryani mencuri perhatian publik. Dia tergabung dalam tim kuasa hukum TKN Jokowi-Ma’ruf. Dari 33 anggota, kehadiran Aryani di televisi seperti oase di sidang yang kadang lama dan membosankan.

Baca juga : Disapa Mas Menteri, Nadiem Masih Kaku

Namun, ia bukan sekadar pemanis. Saat sidang, beberapa kali ia bertanya kepada saksi atau ahli. Selain meniti karier di dunia profesional, Aryani juga berkecimpung di dunia politik. Sejak 2006 ia bergabung dengan Beringin. Kariernya mulus.

Baru pertama kali mencalonkan sebagai anggota DPR, langsung terpilih meski daerah pemilihannya terbilang berat, DKI Jakarta II, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.

Sekarang, Aryani duduk di Komisi I DPR yang membidangi Pertahanan dan Luar Negeri. Ia bertekad, kehadirannya di Senayan bukan sekadar pemanis. Ia punya banyak janji kampanye yang harus dituntaskan kepada pemilihnya.

Baca juga : Menteri Tito Ajak Komisi II Realisasikan Visi-Misi Presiden

“Fokus perjuangan yang saya gadang-gadang saat kampanye adalah perlindungan pekerjaan migran. Otomatis di luar negeri. Dengan posisi saya di sini (Komisi I DPR), bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, saya bisa memastikan perlindungan pekerja migran harus lebih baik ke depan,” paparnya, bersemangat.

Dia juga akan concern pada empat isu lain, yaitu perempuan dan anak, kaum marginal, pemuda, dan diaspora. Ia berjanji memelototi narasi pasal agar tidak bias gender yang merugikan perempuan dan anak. [ONI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.