Dark/Light Mode

Sempat Kirim Video SOS, Jurnalis Republika Ditangkap Israel Dalam Misi Ke Gaza

Senin, 18 Mei 2026 18:01 WIB
Demonstran membawa replika perahu yang melambangkan Armada Global Sumud saat mereka berbaris menuju Kedutaan Besar AS dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina di Ankara, Turki, pada 17 Mei 2026. (Foto Reuters/Efekan Akyuz)
Demonstran membawa replika perahu yang melambangkan Armada Global Sumud saat mereka berbaris menuju Kedutaan Besar AS dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina di Ankara, Turki, pada 17 Mei 2026. (Foto Reuters/Efekan Akyuz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekitar sebulan setelah 10 relawan Malaysia ditangkap militer Israel dalan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, kejadian serupa kini menimpa jurnalis asal Indonesia.

Jurnalis Republika, Bambang Noroyono, menjadi salah satu dari sekitar 100 peserta armada Global Sumud Flotilla yang dicegat tentara Israel di perairan internasional, sekitar 200 mil (sekitar 370 kilometer) dari Gaza, Senin (18/5/2026).

Kabar penangkapan itu mengejutkan publik Tanah Air. Apalagi, sebelum ditahan, Bambang yang akrab disapa Abeng sempat mengirim video SOS berisi permintaan bantuan kepada Pemerintah Indonesia.

“Saya Bambang Nuryono alias Abeng, saya warga negara Indonesia dan partisipan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026,” ujar Abeng dalam video yang diunggah akun Instagram Republika.

Baca juga : Peneliti Drone Emprit: Video JK Viral Diduga Dipelintir Konteksnya

Dalam video tersebut, Abeng meminta Pemerintah Indonesia segera bertindak jika dirinya benar-benar ditahan militer Israel.

“Saya mohon agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” katanya.

Video SOS itu dikirim pada Senin pagi waktu Turki. Dalam prosedur Global Sumud Flotilla, video semacam itu dirilis hanya saat kapal peserta dicegat dan ada potensi penangkapan oleh militer Israel.

Kapal-kapal para relawan Global Sumud Flotilla, yang dicegat di perairan internasional oleh Angkatan Laut Israel, berlayar di lepas pantai kota Lerapetra, di pulau Kreta, Yunani, 1 Mei 2026. (Foto via Reuters)

Koalisi Global Sumud Flotilla menyebut, armada bantuan yang berangkat dari Turki sejak 14 Mei lalu. Armada itu terdiri atas sekitar 50 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Baca juga : 2030, Jakarta Ditargetkan Keluar Dari Krisis Sampah

Para relawan disebut membawa obat-obatan, logistik, dan bantuan sipil lainnya untuk korban blokade serta agresi berkepanjangan di Palestina.

“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan IDF sedang naik ke kapal pertama kami di siang bolong,” tulis koalisi tersebut akun X.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, membenarkan terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan tersebut, termasuk dua jurnalis Republika yakni Abeng dan Thoudy Badai. Menurutnya, keduanya menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.

"Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami," tegasnya dalam pesan aplikasi kepada RM.id.

Baca juga : Terima Forum Lintas Ormas, HNW: Ormas Jadikan Jakarta Teladan Dalam Kerukunan

Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” pungkas Andi.

Sebelumnya, pada 29 April 2026, militer Israel juga sempat menahan 10 aktivis Malaysia di antara 176 aktivis dalam intersepsi armada bantuan serupa dekat Pulau Kreta. Seluruh warganya dibebaskan dua hari kemudian. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.