Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teken Kuba, Ungkit Kasus 30 Tahun Lalu
AS Seret Mantan Presiden Raul Castro Ke Meja Hijau
Jumat, 22 Mei 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan terhadap Kuba dengan mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro (94) atas kasus penembakan pesawat sipil pada 1996. Castro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kuba dituduh memerintahkan penembakan yang menewaskan empat orang tersebut.
Pengumuman itu disampaikan Departemen Kehakiman AS dalam acara penghormatan korban tragedi Brothers to the Rescue di Miami, AS, Rabu (20/5/2026). Kasus ini kembali membuat hubungan AS dan Kuba memanas.
“Selama 30 tahun keluarga dari empat warga AS yang terbunuh telah menunggu keadilan,” kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche di Miami, AS, Rabu (20/5/2026).
Dua pesawat kecil yang dioperasikan kelompok pengungsi Brothers to the Rescue ditembak jatuh oleh militer Kuba pada 24 Februari 1996. Insiden ini terjadi di sebelah utara Havana, Ibu Kota Kuba.
Selat Florida memisahkan Kuba dengan Negara Bagian Florida, AS. Jarak antara daratan Kuba dan Florida Keys, wilayah paling selatan daratan utama AS, hanya sekitar 150 kilometer.
Kelompok itu awalnya bergerak membantu mencari dan menyelamatkan pengungsi Kuba yang menyeberang laut ke Florida. Namun, mereka juga aktif melakukan aksi politik. Termasuk menerbangkan pesawat dekat wilayah Kuba sambil menyebarkan selebaran anti-Pemerintah.
Baca juga : Sarwendah, Kesal Difitnah Persugihan Di Gunung Kawi
Menurut penyelidik AS, penembakan itu diduga sengaja dilakukan Pemerintah Kuba. Tujuannya, untuk memberi peringatan keras kepada kelompok oposisi tersebut.
“Kami mengikuti bukti sejauh mungkin. Kami memeriksa semua pihak. Tujuan kami adalah mendapatkan keadilan bagi keluarga korban,” kata jaksa David Buckner yang ikut menangani penyelidikan.
Belum diketahui bagaimana cara AS membawa Castro menghadapi dakwaan di AS. Namun, Blanche memastikan sudah ada perintah penangkapan untuk Castro yang pada Juni mendatang akan berusia 95 tahun.
”Ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuknya. Jadi, kami berharap dia akan muncul di sini, atas kemauannya sendiri atau dengan cara lain,” harapnya.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam dakwaan terhadap Castro. Menurut dia, dakwaan itu hanya untuk membenarkan agresi militer AS terhadap Kuba. Menurutnya, AS berbohong dan memanipulasi peristiwa seputar penembakan pesawat tersebut.
”Pada 24 Februari 1996, Kuba bertindak dalam pembelaan diri yang sah di dalam wilayah teritorialnya setelah pelanggaran wilayah udara yang berulang dan berbahaya oleh teroris terkenal. Pemerintah AS pada saat itu telah diperingatkan tentang pelanggaran ini, tetapi mengabaikan peringatan tersebut dan membiarkannya berlanjut,” tulis Diaz-Canel di media sosial X.
Baca juga : Lakukan Efisiensi, Purbaya Pangkas Anggaran MBG
Diaz-Canel menganggap dakwaan itu bersifat politis. Presiden laki-laki itu juga menambahkan, selain dicintai rakyatnya, Castro merupakan pemimpin yang dihormati.
Raul Castro memang telah pensiun sebagai Pemimpin Partai Komunis Kuba pada 2021. Namun, dia diyakini masih memegang pengaruh besar di balik layar.
“Saya pikir strateginya adalah meningkatkan tekanan secara bertahap sampai pada titik Pemerintah Kuba akan menyerah dan tunduk di meja perundingan,” kata William LeoGrande, seorang pakar politik Amerika Latin di American University.
Penyelidikan terhadap Raúl Castro sudah berjalan sejak era 1990-an. Jaksa federal di Miami disebut sudah menyusun draft dakwaan sejak dulu, tapi kasusnya terus tertunda karena faktor politik.
Meski Raul Castro sudah resmi didakwa, jaksa harus membuktikan di pengadilan bahwa dia benar-benar bersalah. Beberapa dakwaan bisa berujung pada hukuman seumur hidup.
“Setelah kasus Noriega, kami benar-benar menggandakan upaya untuk mendorong kasus ini,” kata mantan Jaksa AS di Miami, Guy Lewis.
Baca juga : Pidato Penuh Semangat Di DPR, Presiden Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5 Persen
Lewis merupakan salah satu tokoh yang ikut mendorong kasus ini. Dia bahkan pernah membuat memo tujuh halaman berisi kemungkinan dakwaan terhadap Castro. Lalu, mengirimkannya ke pejabat pemerintahan Donald Trump, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Dorongan untuk membawa Castro ke meja hijau juga datang dari komunitas Kuba-Amerika di Florida. Selama puluhan tahun mereka menuntut keadilan atas tragedi tersebut.
“Saya sudah mencoba membuat keluarga Castro didakwa sejak saya berusia 9 tahun,” pungkas pengacara George Fowler kepada CNN. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 22 Mei 2026 dengan judul "Teken Kuba, Ungkit Kasus 30 Tahun Lalu AS Seret Mantan Presiden Raul Castro Ke Meja Hijau"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya