Dark/Light Mode

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Untuk Siswa SD Mulai 2027

Satriwan Salim: Harus Dipersiapkan Dengan Baik Dan Matang

Kamis, 21 Mei 2026 07:15 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional (P2G). Foto: IG PRIBADI
Satriwan Salim, Koordinator Nasional (P2G). Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran (mapel) wajib bagi siswa Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, kebijakan ini rencananya diterapkan untuk siswa kelas III SD ke atas.

"Mulai tahun 2027, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas III SD," kata Abdul Mu’ti, saat peresmian Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/5/2026).

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Pengajarnya Jangan Sampai Belum Memadai

Kemendikdasmen mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung, sebelum kebijakan diterapkan secara nasional. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kompetensi tenaga pengajar melalui pelatihan Bahasa Inggris bagi guru SD di seluruh Indonesia.

"Sekarang sedang kami siapkan pelatihan guru SD untuk mata pelajaran Bahasa Inggris," ujarnya.

Abdul Mu’ti menekankan, penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini penting untuk membantu siswa menghadapi tantangan global dan perkembangan dunia pendidikan modern. Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang lebih baik, peserta didik diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi internasional.

Baca juga : 5 Ketum Parpol Hadiri Pidato Presiden Di DPR

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani memandang, kebijakan ini merupakan langkah yang baik dan relevan. Bahasa Inggris penting dalam menunjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Ditambah untuk kebutuhan dunia kerja, serta perkembangan teknologi dan arus informasi global," ungkap Lalu, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (20/5/2026).

Lalu mengingatkan agar pelaksanaannya bertahap. Memerhatikan kesiapan masing-masing sekolah.

Baca juga : Pramono & Andra Soni Sepakat Perkuat Sinergi

"Khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik maupun sarana pembelajaran," lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan, anak-anak SD berada dalam fase usia emas atau golden age. Itu adalah waktu yang tepat mengajarkan Bahasa Inggris. “Karena pertumbuhan kognitifnya sedang berkembang,” ujar Satriwan, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (20/5/2026).

Untuk mengetahui pandangan dari Satriwan Salim mengenai rencana Mendikdasmen mewajibkan mapel Bahasa Inggris sejak kelas III SD pada tahun 2027, berikut wawancaranya:
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.