Dark/Light Mode

Pendaki Perempuan Indonesia Berhasil Taklukkan Puncak Gunung Ama Dablam, Nepal

Minggu, 24 Mei 2026 10:25 WIB
Dari kiri, Pelaksana Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Dhaka Sahid Nurkarim, Pendaki Eskpedisi Merah Putih Nadya Gianifa, Atase Pertahanan RI untuk Bangladesh, Nepal, dan BhutanImam Setiawan, dan Upendra Ghimire, mewakili  Chandra Prasad Dhakal Konsul Kehormatan RI Kathmandu, Nepal, di Kathmandu, Nepal, Jumat (22/5/2026). (Foto KBRI Dhaka)
Dari kiri, Pelaksana Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Dhaka Sahid Nurkarim, Pendaki Eskpedisi Merah Putih Nadya Gianifa, Atase Pertahanan RI untuk Bangladesh, Nepal, dan BhutanImam Setiawan, dan Upendra Ghimire, mewakili Chandra Prasad Dhakal Konsul Kehormatan RI Kathmandu, Nepal, di Kathmandu, Nepal, Jumat (22/5/2026). (Foto KBRI Dhaka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendaki perempuan Indonesia, Nadya Gianifa, berhasil mencapai puncak Ama Dablam dengan ketinggian 6.812 mdpl pada 15 Mei 2026 pukul 15.45 waktu Nepal (NPT) dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Perempuan lndonesia Amadablam Nepal (EMPPIAN) 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Indonesia sekaligus mencerminkan semangat, ketangguhan, dan kapasitas perempuan Indonesia dalam menghadapi tantangan pendakian internasional di kawasan Himalaya, Nepal.

Ekspedisi ini merupakan bagian dari rangkaian pendakian teknikal menuju tiga gunung besar dunia yang diawali dengan pendakian Ama Dablam (6.812 mdpl) pada April–Mei 2026 dan akan dilanjutkan dengan pendakian Manaslu (8.163 mdpl) di Nepal pada September–Oktober 2027 sebagai tahap persiapan, sebelum menuju target utama, yaitu puncak K2 (8.611 mdpl) di Pakistan.

"Keberhasilan Nadya Gianifa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berani bermimpi, menembus batas, dan berprestasi di tingkat internasional," pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dhaka (KBRI Dhaka), Bangladesh, kepada RM.id, Minggu (24/5/2026).

Baca juga : Bangun Command Center, Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Sepanjang pelaksanaan ekspedisi, KBRI Dhaka turut memberikan dukungan dan pendampingan kepada tim ekspedisi, baik sejak kedatangan di Nepal, serta berkoordinasi erat dengan pihak EMPPIAN, Mayjen TNI (Purn.) Asrobudi.

Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan jejaring Indonesia di Nepal guna memastikan kelancaran mobilitas, komunikasi, serta pendampingan bagi tim selama menjalankan misi pendakian.

Pada saat ketibaan di Nepal pada 29 April 2026, pendaki Nadya Gianifa disambut perwakilan Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nepal, Chandra Prasad Dhakal, beserta Warga Negara Indonesia (WNI) di Nepal.

Dalam proses pendakian, Nadya menjalani tahapan aklimatisasi dan rotasi pendakian secara bertahap dari Base Camp menuju Camp 1 dan Camp 2 sebelum melaksanakan summit push. Pada tahapan awal, Nadya didampingi guide asal Nepal, Pasang Sherpa.

Baca juga : WOSPAC Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Buka Jalan Talenta Muda ke Eropa

Selanjutnya, pada saat memulai summit push menuju puncak Ama Dablam pada 14 Mei 2026 Nadya didampingi dua guide profesional Nepal, yakni Sonam Sherpa dan Purba Tamang.

Setelah menempuh perjalanan summit push selama sekitar 18–19 jam di medan ekstrem Himalaya, Nadya berhasil mencapai puncak Ama Dablam pada 15 Mei 2026 pukul 15.45 NPT. Nadya dalam kondisi selamat dan sehat sebelum dan setelah usai menyelesaikan rangkaian pendakian, dan usai Summit, Nadya kembali ke Kathmandu, Nepal.

Sebagai bentuk apresiasi atas raihan tersebut, perwakilan KBRI Dhaka bersama WNI di Nepal, telah melakukan acara penyambutan (22/5/2026) untuk Nadya Gianifa dari EMPPIAN. Hadir juga pendaki perempuan Indonesia lainnya, yaitu Furky Syahroni yang juga berhasil mencapai puncak Ama Dablam pada 17 Mei 2026.

Dengan keberhasilan tersebut, jumlah pendaki Indonesia yang tercatat telah berhasil mencapai puncak Ama Dablam hingga saat ini menjadi 12 orang.

Baca juga : Sekjen Kemendagri Minta Pemda Atasi Kenaikan Harga Cabai Merah

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Bangladesh merangkap Nepal Listyowati mengatakan, Pendakian di Nepal tidak hanya untuk menikmati petualangan penuh resiko, namun juga dengan membawa misi dan impian yang penuh makna seperti kali ini.

"Dengan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi, selamat kepada Nadya Gianifa dan para pendaki perempuan hebat yang telah berhasil mencapai puncak Amadablam, serta dukungan Tim Ekspedisi Merah Putih. Semoga terus menginspirasi para perempuan Indonesia dan membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional serta semakin mendekatkan masyarakat Indonesia dan Nepal," kata Dubes Listyowati.

Dalam pertemuan turut hadir Konsul Kehormatan Republik Indonesia di Nepal yang diwakilkan kepada Upendra Ghimire beserta jajaran stafnya, serta komunitas Indonesia di Nepal sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan antarwarga Indonesia di luar negeri. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.