Dark/Light Mode

Turis Nekat Foto Bareng Harimau

Selasa, 26 Mei 2026 07:30 WIB
Turis AS foto bareng harimau di Thailand. (Foto Peta Pixel)
Turis AS foto bareng harimau di Thailand. (Foto Peta Pixel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang turis asal Amerika Serikat (AS) viral setelah nekat foto bareng harimau raksasa di Thailand. Dalam video yang beredar di X, pria itu terlihat duduk tegang saat seekor harimau berdiri dan meletakkan kedua kaki depannya di bahunya.

Rekaman di balik layar atau Behind The Scene (BTS) di Tiger World Thailand itu, ditonton hampir lima juta kali di platform X. Dalam video, turis tersebut terlihat tegang selama sesi foto berlangsung.

Para pawang terlihat terus memberikan susu botol kepada harimau untuk menjaga hewan itu tetap tenang. Mereka juga hanya meninggalkan harimau selama beberapa detik agar fotografer dapat mengambil gambar.

Baca juga : Tenis, Navarro Sang Raja Tanah Liat

Begitu harimau mulai menggerakkan kepala, para staf segera kembali mengalihkan perhatian satwa tersebut menggunakan botol susu. Situasi itu memicu kekhawatiran warganet terkait keselamatan pengunjung dan kesejahteraan hewan.

Banyak netizen khawatir karena sebelumnya seorang wisatawan diserang harimau saat berfoto di Tiger Kingdom Phuket, Thailand, tahun lalu.

Menurut situs resmi Tiger World Thailand, lokasi wisata yang berada sekitar 96 kilometer dari Bangkok itu, menawarkan sesi foto dengan harimau seharga lebih dari 200 dolar AS (sekitar Rp 3,4 juta). Pengelola menyebut, pose harimau di atas bahu hanya diperuntukkan bagi “orang kuat”.

Baca juga : Amerika Serikat Melindungi Warganya dari Ebola

Banyak aktivis satwa menyebut program tersebut bentuk eksploitasi hewan. Karena anak harimau yang menjadi objek foto biasanya sudah dipisah dari induknya sejak bayi, supaya jinak.

Organisasi lingkungan Environmental Investigation Agency (EIA) meminta wisatawan menghindari tempat wisata yang menawarkan interaksi langsung dengan harimau.

“Tempat hiburan harimau mungkin mengklaim keuntungan mereka untuk mendukung konservasi. Tetapi kenyataannya tidak,” tulis EIA mengutip Peta Pixel, Rabu (20/5/2026).

Baca juga : Game Legendaris Domino Bisa Jadi Hiburan Harian

Aktivis satwa liar Anish Moonka mengatakan, anak-anak harimau kerap dipisahkan dari induknya sejak usia dini untuk dijadikan objek wisata foto.

“Begitu harimau tumbuh besar atau mulai agresif, mereka tidak lagi digunakan untuk bisnis foto dan dianggap terlalu mahal untuk dipelihara,” ujar Moonka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.