Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dubes Mohamad Oemar Bangga Indonesia Masuk Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Senin, 22 Juni 2026 07:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar membanggakan datang dari Paris. Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Antar Pemerintah untuk Warisan Budaya Takbenda United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk periode 2026–2030.
Indonesia ditetapkan sebagai anggota Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage dalam Sidang Majelis Umum ke-11 Negara-negara Pihak Konvensi 2003 UNESCO. Pertemuan ini digelar di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis pada 17-18 Juni 2026.
Indonesia lolos setelah melalui persaingan yang cukup ketat di Grup IV (Asia-Pasifik). Dari enam negara yang mencalonkan diri, hanya empat yang berhasil mendapatkan kursi di komite bergengsi tersebut. Selain Indonesia, negara yang terpilih adalah Jepang, Filipina, dan Kamboja.
Baca juga : 66 Persen Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Tanah Air
“Kemenangan ini merupakan amanah besar yang akan dijalankan dengan dedikasi penuh,” ungkap Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Prancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar dalam keterangannya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dunia internasional melihat Indonesia sebagai negara yang serius dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Capaian ini juga merupakan hasil kerja diplomasi yang dilakukan secara intensif oleh Delegasi RI di Paris, Pemerintah Pusat, berbagai perwakilan RI di luar negeri bekerja keras mendapatkan mandat ini.
Selain hasil kerja diplomasi, capaian ini juga juga diraih berkat dukungan dari negara-negara sahabat. Dubes Oemar menegaskan, kepercayaan ini akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca juga : Kementan Bangga Produk Hortikultura Indonesia Makin Diminati Masyarakat
“Indonesia berkomitmen mengawal kebijakan global dalam pelindungan kebudayaan, mendorong implementasi Konvensi 2003 yang lebih inklusif, serta memprioritaskan penguatan kapasitas komunitas lokal,” kata Dubes Oemar.
Dubes Oemar juga didampingi Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa. Dia menyatakan, posisi Indonesia di komite akan dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam upaya pelestarian budaya.
Sebagai informasi, Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO merupakan badan eksklusif yang hanya beranggotakan 24 negara dari total 185 negara pihak Konvensi 2003. Komite ini punya peran penting dalam menentukan berbagai kebijakan global terkait pelestarian budaya, termasuk mengevaluasi nominasi warisan budaya takbenda yang diajukan negara-negara anggota UNESCO.
Baca juga : Dubes Indroyono Soesilo Mau Bikin Program Online Libatkan Pelajar
Bagi Indonesia, posisi ini bukan sekadar kursi di organisasi internasional. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat peran budaya sebagai jembatan solidaritas, perdamaian, dan pembangunan berkelanjutan.
Apalagi, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan budaya takbenda yang luar biasa. Mulai dari batik, wayang, keris, angklung, tari Saman, pencak silat, gamelan, hingga kebaya telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Dengan bergabung dalam komite ini, Indonesia tidak hanya menjaga budayanya sendiri, tetapi juga ikut menentukan arah pelestarian warisan budaya dunia untuk empat tahun ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya