Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bawa Pesan Soal Selat Hormuz Dan LCS
Menlu Amerika Sampaikan Warning Keras Di ASEAN
Kamis, 23 Juli 2026 06:10 WIB
Sebelumnya
Sebagai informasi, pertemuan ke-59 Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) dan Post-Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina berlangsung pada 20–24 Juli 2026.
Rangkaian pertemuan AMM dan PMC yang diketuai Filipina diselenggarakan di Philippine International Convention Center (PICC), Manila. Menlu Filipina Ma Theresa P. Lazaro bertindak sebagai tuan rumah dan pemimpin forum pertemuan.
Selain Menlu RI Sugiono, agenda tahunan ini dihadiri para Menlu ASEAN lainnya. Yakni, Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Menlu Malaysia Dato Seri Mohammad bin Haji Hasan, Menlu II Brunei Darussalam Dato Erywan, Menlu Kamboja Prak Sokhonn, Menlu Laos Thongsavanh Phomvihane dan Menlu Thailand Sihasak Phuangketkeow.
Baca juga : Aura Kasih Diam-diam, Sudah Lama Punya Pacar
Sementara, delegasi Vietnam diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dang Hoang Giang. Menlu Bendito dos Santos Freitas hadir berpartisipasi mewakili Timor Leste dalam kapasitasnya sebagai negara pengamat dan calon anggota ASEAN.
Myanmar tidak diwakili pejabat selevel menteri. Melainkan oleh Sekretaris Tetap (Permanent Secretary) Kementerian Luar Negeri Myanmar U Hau Khan Sum. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn turut mendampingi seluruh jalannya persidangan.
Kegiatan di Manila dibuka dengan Sesi Pleno AMM pada Selasa (21/7/2026). Di forum tersebut, Sugiono mengatakan, ujian utama kredibilitas ASEAN terletak pada kemampuan menjaga stabilitas dan memastikan kawasan tetap berlandaskan aturan hukum.
Baca juga : Asing Borong Saham: IHSG Menanjak, Rupiah Menguat
Dia menggarisbawahi pentingnya menegakkan aturan laut internasional UNCLOS 1982 dalam penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan. Dia juga mengingatkan pentingnya menepati janji organisasi yang telah berdiri lebih dari 50 tahun tersebut.
“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi. Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum guna memperkuat pelindungan warga negara di luar negeri.
Baca juga : Pangkalannya Dirudal Iran, 100 Tentara AS Luka-luka
Pada sesi ini, ASEAN resmi menerima Turki sebagai Mitra Wicara baru, serta menyepakati dokumen konsensus Joint Communique.
Isu geopolitik seperti situasi di Myanmar dan Laut China Selatan menjadi fokus utama pada Sesi Retreat AMM, Rabu (22/7/2026). Di pertemuan ini, Indonesia kembali menegaskan pentingnya Five-Point Consensus untuk upaya perdamaian di Myanmar. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 23 Juli 2026 dengan judul "Bawa Pesan Soal Selat Hormuz & LCS Menlu Amerika Sampaikan Warning Keras Di ASEAN"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya