Dark/Light Mode

Warga Palestina Keluhkan Gencatan Senjata Hanya Di Atas Kertas

Israel Terus Bom Gaza, Perdamaian Cuma Ilusi

Senin, 3 Agustus 2026 06:10 WIB
Kerabat dan teman-teman meratapi jenazah Hassan Qahman di rumah sakit. Qahman tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza pada Sabtu (1/8/2026). Foto: AP/Jehad Alshrafi
Kerabat dan teman-teman meratapi jenazah Hassan Qahman di rumah sakit. Qahman tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza pada Sabtu (1/8/2026). Foto: AP/Jehad Alshrafi

 Sebelumnya 
ISF dikelola oleh Dewan Perdamaian yang pembentukannya diumumkan oleh Trump pada Januari 2026. Organisasi ini beranggotakan lebih dari 20 negara. Termasuk Indonesia. Personel ISF berasal dari pasukan beberapa negara anggota Dewan Perdamaian.

Trump juga mengucapkan terima kasih kepada para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki. Kesepakatan ini berjarak sembilan bulan dari gencatan senjata Hamas-Israel yang dimediasi AS.

Detailnya, 6 Oktober 2025: Delegasi Israel dan Hamas tiba di Mesir (Sharm el-Sheikh) untuk memulai perundingan tidak langsung yang intensif bersama para mediator internasional (AS, Qatar, Mesir, dan Turki).

Baca juga : Abel Cantika, Kena Tipu Toko Online Abal-abal

Pada 7–8 Oktober 2025, kedua belah pihak menyetujui kerangka dasar tahap pertama dari proposal perdamaian AS untuk menghentikan pertempuran dan membebaskan sandera.

Kemudian pada 9 Oktober 2025, dokumen kesepakatan damai fase pertama resmi ditandatangani di Mesir. Di bawah kesepakatan ini, militer Israel dijadwalkan mulai menarik mundur posisinya ke Garis Kuning di Jalur Gaza sebagai persiapan awal gencatan senjata yang berlaku efektif sehari setelahnya.

Gencatan senjata mencakup 20 poin yang menyerukan Hamas menyerahkan senjatanya dan menghancurkan jaringan terowongannya yang luas.

Baca juga : Ditanya Soal Reshuffle, Mensesneg: Belum Ada

Rencana itu juga memproyeksikan penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan Palestina yang baru, pengerahan pasukan keamanan internasional, dan pembangunan kembali wilayah Palestina yang hancur.

Pada 6 Juli 2026, Hamas mengumumkan membubarkan pemerintahannya di Gaza. Kelompok tersebut sedang bersiap untuk mentransfer kekuasaan kepada komite nasional sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan itu mengakhiri operasi tempur Israel berskala besar pada 8 Oktober 2023, menyusul serangan Hamas 7 Oktober 2023, insiden yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.

Baca juga : BGN Selamatkan Duit Negara 311 M

Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 73.300 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola pemerintahan Hamas.

Data kementerian tersebut selama ini banyak dijadikan rujukan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional, meski tidak membedakan korban sipil dan kombatan. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 3 Agustus 2026 dengan judul "Warga Palestina Keluhkan Gencatan Senjata Hanya Di Atas Kertas, Israel Terus Bom Gaza, Perdamaian Cuma Ilusi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.